ESEMKA: Jerman Siap Bantu, Sukiyat Tetap Digandeng

09 Maret 2012 17:46 WIB Suharsih Solo Share :

[caption id="attachment_169157" align="alignleft" width="370" caption="DUKUNGAN JERMAN -- Duta Besar Jerman Dr Norbert Baas memberikan keterangan kepada wartawan setelah melakukan pertemuan dengan Walikota Solo, Joko Widodo, di Loji Gandrung, Kamis (9/3/2012). (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)"]http://images.solopos.com/2012/03/090312_SOLO_dubes-jerman11.jpg">http://images.solopos.com/2012/03/090312_SOLO_dubes-jerman11-370x246.jpg" alt="" title="090312_SOLO_dubes-jerman1" width="370" height="246" class="size-medium wp-image-169157" />[/caption]SOLO - Walikota Solo, Joko Widodo memastikan Sukiyat akan tetap digandeng oleh PT Solo Manufaktur Kreasi dan Solo Techno Park (STP) dalam pengembangan mobil Esemka.

Penegasan itu disampaikan Jokowi dalam wawancara dengan wartawan, Jumat (9/3/2012). Jokowi mengatakan Sukiyat memegang peranan sangat penting dan menjadi bagian dari tim besar yang dilibatkan dalam pengembangan Esemka. "Tetap dong, Pak Kiyat tetap akan dilibatkan. Selama ini kami tidak ada masalah dengan Pak Kiyat. Hubungan kami baik-baik saja. Kalau soal onderdil, kami sudah sangat terbuka, meskipun itu sebenarnya tidak baik untuk strategi bisnis. Kami tidak membohongi siapapun," jelasnya.

Sementara itu, masih terkait Esemka, tiga orang ahli dari kalangan industri otomotif segera dikirim oleh pemerintah Jerman untuk membantu PT SMK dan STP dalam pengembangan mobil Esemka. Sebaliknya, Jerman juga siap menerima teknisi dari PT SMK dan STP untuk mengikuti kursus singkat mengenai pengembangan industri mobil di negara tersebut. Hal ini diungkapkan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Norbert Baas, saat berkunjung ke Solo dan menemui Walikota Solo, Joko Widodo di Loji Gandrung, Jumat (9/3/2012) siang.

Tiga ahli yang akan dikirim untuk membantu PT SMK dan STP mengembangkan mobil Esemka itu terdiri atas ahli bidang finishing, perakitan dan manajemen. Jokowi mengatakan pada awal-awal pengembangannya, industri Esemka memang sangat membutuhkan dukungan dan pendampingan dari orang yang benar-benar ahli di bidangnya. Khusus untuk tiga tenaga ahli yang akan dikirim pemerintah Jerman, Jokowi mengaku sudah menyampaikan kepada sang dubes bahwa tenaga itu sebaiknya dikirim setelah Esemka dinyatakan lolos uji emisi.

"Juni besok saya juga diundang ke Jerman untuk melihat-lihat beberapa pabrik mobil di sana. Mungkin ke BMW, Mercedes atau yang lainnya. Selain juga untuk memenuhi undangan sebagai pembicara," ujarnya.