KULINER SOLO : Datang ke Solo? Jangan Lewatkan Iga dan Babat Gongso!

Babat Gongso di Warung Gongso (Dok/JIBI - Solopos)
31 Oktober 2015 10:15 WIB Solo Share :

Kuliner Solo kali ini menampilkan menu spesial iga dan babat gongso.

Solopos.com, SOLO — Anda penggemar masakan gongso? Jika iya, tak ada salahnya mencoba aneka menu gongso yang ditawarkan Warung Gongso. Warung yang beralamat di Griyan, RT 003/RW 10, Pajang, Laweyan, Solo, ini menawarkan 11 varian masakan gongso. Soal harga, tak perlu khawatir, menu di warung ini dipatok Rp9.000-Rp15.000/porsi.

Menu gongso yang ditawarkan meliputi menu gongso dari daging sapi dan daging ayam. Khusus gongso dari daging sapi, tersedia babat, paru, iso, kikil, lidah, dan empal gongso. Sementara gongso daging ayam tersedia sayap, ceker, brutu, kulit, hati, dan kepala. Ada juga menu lainnya yaitu ayam goreng dan bebek goreng.

Sinergi Travel and Event Management
Graha Solo Raya Lantai 1
Jl. Slamet Riyadi No. 1 Solo, Jateng
Telp. 0271-5843678 atau 0271-2144388
HP. 085702686068
Fax. 0271 635936
www.solocitytravelguide.com
www.sinergievent.com
e-mail: sinergi_solo@yahoo.com
Marketing: www.solocitytravelguide.com

Aroma Khas
Satu porsi menu gongso disajikan di atas piring kecil dari anyaman rotan yang bagian atasnya dialasi kertas minyak. Satu porsi menu gongso juga dilengkapi lalapan berupa kubis, irisan mentimun, tomat, dan taburan bawang goreng.

Perpaduan aneka bumbu babat gongso terasa pas di lidah saya. Rasa gurih, asin, kecap manis, dan pedasnya cabai sangat cocok sebagai teman seporsi nasi putih pulen hangat. Babatnya juga empuk, tidak alot ketika dikunyah.

Dari semua menu gongso yang ditawarkan Warung Gongso, kata Dhaka, babat gongso dan iga gongso menjadi menu favorit para pengunjung. Biasanya kedua menu itu paling cepat habis setiap harinya.

Warung Gongso Pajang memang bukan satu-satunya tempat makan di Solo yang menawarkan aneka menu gongso. Namun, sejak berjualan sekitar satu tahun lalu, Warung Gongso rata-rata mampu menjual 25 kilogram daging setiap harinya. Keberhasilan Warung Gongso memikat hati para pengunjung, tak lepas dari upaya Warung Gongso menyajikan menu yang nikmat dan pas di lidah orang Jawa.

Dhaka mengungkapkan, sebelum daging atau jeroan sapi dan ayam dibawa ke warung, bahan utama itu dimasak ibunda Dhaka. Sebelum dimasak, semua bahan dicuci hingga bersih. Selanjutnya bahan direbus menggunakan air biasa. Setelah direbus, bahan utama kembali dicuci lagi lalu dimasak dengan aneka bumbu rempah pilihan.

Bumbu yang digunakan hampir sama dengan bumbu untuk membuat masakan bacem. Antara lain gula jawa, bawang putih, bawang merah, kunyit, garam, gula pasir, ketumbar, kemiri, lengkuas, sereh, salam. Bahan utama diungkep dengan aneka bumbu itu sekitar dua jam hingga tekstur dagingnya lembut dan tidak alot.

“Selain bumbu itu, ada satu bumbu rahasia peninggalan kakek saya. Sampai sekarang hanya ibu yang tahu bumbu rahasia itu. Saya juga belum tahu bumbu rahasia tersebut. Kami tidak menggunakan presto agar dagingnya empuk. Jadi alami dengan teknik masak hingga bumbu meresap,” ungkap Dhaka, Senin (19/10/2015).

Selesai diungkep, bahan utama membuat menu gongso itu baru dibawa ke Warung Gongso. Setiap hari, Dhaka dibantu satu juru masak lainnya yang memasak menu gongso ketika ada pesanan. Ketika akan membuat menu gongso, Dhaka menggunakan margarin sebagai pengganti minyak goreng untuk menumis.

Selanjutnya dituangkan bawang putih halus, irisan bawang bombai dan bahan utama gongso sesuai menu pesanan pengunjung. Jika pengunjung menghendaki rasa pedas, Dhaka akan menambahkan cabe sesuai pesanan pengunjung. “Kami gunakan margarin agar rasanya lebih gurih,” ujarnya.