GEDUNG PROMOSI SUKOHARJO : Halaman GPPPD Gratis Digunakan Warga

24 Februari 2016 18:40 WIB Rudi Hartono Sukoharjo Share :

Gedung promosi Sukoharjo, Pemkab Sukoharjo menggratiskan penggunaan halaman GPPPD.

Solopos.com, SUKOHARJO--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggratiskan penggunaan halaman Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya Sukoharjo bagi warga Sukoharjo. Kegiatan di halaman bekas Gedung Lowo itu diharapkan bisa menyemarakkan gedung dan kawasan kota.

Kabid Perdagangan Disperindag Sukoharjo, Bambang Sri Setiyono, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (23/2/2016), menyampaikan halaman gedung dapat digunakan untuk kegiatan warga Sukoharjo, baik kegiatan individu, maupun kelompok seni dan budaya. Disperindag tidak memungut biaya serupiah pun alias gratis bagi pihak yang ingin menggunakan halaman gedung.

Terdapat tiga lokasi yang bisa digunakan, yakni lobi belakang atau barat, halaman parkir sisi selatan, dan taman depan atau timur.
Informasi yang dihimpun Solopos.com di GPPPD, lobi belakang berukuran 11,3 meter x 26 meter, halaman parkir selatan 87,65 meter x 10 meter-15 meter, dan luas taman depan kurang lebih 50 meter persegi hingga 60 meter persegi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas POPK [Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan] membahasa soal pemanfaatan halaman gedung. Pada prinsipnya warga dapat berkegiatan di halaman gedung, gratis. Bisa untuk gelar budaya, kesenian, baca puisi, dan lainnya,” kata Bambang.

Dia melanjutkan hanya ada satu syarat yang harus dilaksanakan calon pengguna agar bisa menggunakan halaman gedung, yakni mengajukan surat permohonan kepada Bupati, Wardoyo Wijaya yang diteruskan kepada Kepala Disperindag, A.A. Bambang Haryanto. Surat permohonan disertai uraian rencana kegiatan. Jika ada permohonan Bupati melalui Disperindag akan memelajarinya lalu memutuskan mengizinkan atau tidak.

Dia menilai kegiatan warga bisa menjadikan kawasan kota menjadi lebih semarak. Sisi positif lainnya kegiatan tersebut bisa menarik perhatian masyarakat agar datang ke gedung yang dibangun dengan dana senilai lebih dari Rp22 miliar itu, sehingga mereka mengetahui GPPPD bukan kantor pemerintahan melainkan pusat perekonomian.

Budayawan asal Polokarto, Joko Ngadimin, menilai pemanfaatan GPPPD oleh Pemkab melenceng dari tujuan awal. Sebab, Pemkab hanya berorientasi mendapatkan keuntungan. Setahu dia, GPPPD dibangun untuk mempromosikan potensi Sukoharjo, seperti gamelan, topeng, keris, dan kuliner khas yang sudah dikenal di dunia internasional.