WISATA SOLORAYA : Asita Solo Eksplorasi Bukit Gancik Boyolali dan Umbul Ponggok Klaten

17 Februari 2018 06:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Muscab Asita Solo akan dilaksanakan 21 Februari 2018.

Solopos.com, SOLO — Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Solo bakal terus mengeksplorasi destinasi pariwisata yang ada di Soloraya. Setelah Karanganyar dan Wonogiri, tahun ini Asita akan mulai mengeksplorasi Boyolali dan Klaten.

Asosiasi yang beranggotakan biro perjalanan wisata (BPW) ini membidik Bukit Gancik di wilayah Selo Boyolali dan Umbul Ponggok di Polanharjo Klaten sebagai destinasi unggulan untuk dipromosikan.

Tugas itu akan menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi ketua Asita Solo periode 2018-2022 yang akan dipilih melalui Agenda Musyawarah Cabang (Muscab) Asita Solo, di Swissbelinn Saripetojo Solo, Rabu (21/2/2018) pekan depan. PR ini sejalan dengan tema Muscab Asita Solo, yakni Kebersamaan untuk Membangun Pariwisata Soloraya.

Ketua Asita Solo, Daryono, mengakui masih banyak destinasi di Soloraya yang belum tereksplorasi dengan baik. Hal ini menjadi konsen pelaku pariwisata khususnya BPW yang tergabung dalam Asita mengingat saat ini BPW tak lagi mengandalkan bisnis "jualan tiket".

“Banyak anggota kami yang nggak lagi jualan tiket. Mereka lebih serius untuk membikin paket wisata baik inbond maupun outbond, sehingga PR kami saat ini adalah mengeksplorasi destinasi Soloraya sebanyak-banyaknya,” kata Daryono.

Selain Boyolali dan Klaten, kepengurusan Asita empat tahun mendatang juga harus kerja keras mengeksplorasi destinasi unggulan yang ada di Sragen dan Sukoharjo. Karanganyar dan Wonogiri sudah digarap tahun-tahun sebelumnya.

Dengan model famtrip, Asita bawa pelaku pariwisata dari luar kota bahkan luar negeri untuk menikmati wisata di Kemuning, Karanganyar, kemudian mereka mencoba paralayang di sana. "Kebetulan kekuatan wilayah Soloraya ini adalah alam. Jadi yang harus kami eksplorasi adalah wisata alam," ungkap dia.

Terkait agenda Muscab Asita 2018 dan tantangan di industri pariwisata, Daryono merasa perlu organisasi Asita ini dinakhodai pegiat muda pariwisata. Generasi muda dinilai lebih mampu untuk menjawab tantangan, terlebih saat ini semua sektor bisnis dan jasa berbicara masalah teknologi aplikasi dalam sistemnya.

“Salah satunya terkait revitalisasi destinasi, seperti diketahui 60% objek wisata di Soloraya ini masih dikelola pemerintah. Kami pun berharap pemerintah daerah memberikan porsi lebih untuk memperbaiki destinasi-destinasi unggulan,” tutur dia.

Ketua Panitia Muscab Asita 2018, Mirza Ananda, menyampaikan panitia Muscab mulai menjaring calon atau kandidat untuk memimpin Asita periode empat tahun ke depan.

“Hari ini kami baru saja menggelar pleno dan menyebar blanko bagi anggota yang berniat maju dalam pemilihan ketua Asita. Salah satu syarat menjadi ketua adalah pernah menduduki kepengurusan Asita minimal satu periode,” kata Mirza.

Muscab akan dihadiri 87 anggota Asita. Mereka juga mengundang seluruh stakeholder di bidang pariwisata.