PENDIDIKAN SOLO : Orang Tua Siswa SMPN 20 Keberatan Dipungut Rp300.000

ilustrasi siswa sekolah. (Solopos/Whisnu Paksa)
04 April 2018 06:35 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Orang tua siswa kelas VIII SMPN 20 Solo keberatan dengan adanya pungutan uang senilai Rp300.000 per siswa untuk pengadaan komputer sekolah.

Salah seorang orang tua siswa melalui pesan Whatsapp (WA) kepada redaksi Solopos.com, Selasa (3/4/2018), menginformasikan setiap orang tua kelas VIII dimintai uang Rp300.000. “Pembayaran diangsur mulai Januari dan Maret harus lunas. Beberapa orang tua siswa keberatan adanya pungutan Rp300.000,” kata orang tua siswa yang tidak bersedia disebut identitasnya ini.

Tokopedia

Dia menambahkan orang tua siswa kelas VIII juga harus membayar biaya study tour senilai Rp930.000 per siswa. Sementara itu, Kepala SMPN 20 Solo, Sucipto, ketika dimintai konfirmasi mengatakan tidak pernah memungut uang kepada orang tua siswa untuk pengadaan komputer.

“Kalau orang tua mau membantu secara sukarela atas kesadaran sendiri dan secara ikhlas ya monggo. Tidak ada paksaan,” katanya ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa.

Lebih lanjut, Sucipto menjelaskan pada akhir Januari 2018 lalu ada pertemuan dengan komite sekolah dan orang tua siswa. Dalam pertemuan disampaikan bahwa SMPN 20 membutuhkan komputer agar dapat menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 secara mandiri.

Ketiadaan komputer ini menyebabkan SMPN 20 menumpang ke SMAN 3 Solo yang memiliki sarana komputer memadai saat UNBK 2017 lalu. “Untuk pengadaan komputer ini kami menyerahkan kepada komite sekolah. Sekolah tidak cawe-cawe, tidak terlibat. Kami juga tidak menentukan besarnya nilai sumbangan,” ungkap Sucipto.

Dia menambahkan pada pertemuan dengan komite sekolah dan orang tua siswa saat acara sosialisasi UNBK pada Sabtu (31/3/2018), komite sekolah telah menyampaikan laporan pembelian 12 unit komputer. “Bagi orang tua yang memang tidak siap menyumbang dapat menyampaikan kepada komite sekolah. Tidak ada paksaan,” kata dia.

Terpisah, Ketua Komite SMPN 20, Muryanto, mengatakan tidak pernah menentukan besarnya sumbangan kepada orang tua siswa. Menurut dia, besarnya nilai sumbangan diserahkan kepada masing-masing ketua paguyuban orang tua kelas VI, VIII, dan kelas IX.

“Saya akan meminta klarifikasi ketua paguyuban orang tua siswa kelas VIII dulu. Nanti saya kabari hasilnya,” ujar dia.

Pungutan uang untuk pengadaan komputer sebelumnya juga dikeluhkan orang tua siswa SMPN 5 Solo. Salah seorang orang tua siswa sekolah tersebut menyatakan SMPN 5 Solo telah memungut dana Rp470.000 untuk siswa nonkeluarga miskin (gakin) guna membeli komputer dan biaya try out.