PENIPUAN SOLO : Korban Abu Tours Hanya Ingin Uang Pendaftaran Dikembalikan

Kanit IV Satreskrim Polres Solo Iptu Sudarmiyanto (kiri) memintai keterangan korban Abu Tours di Mapolresta Solo, Rabu (4/4 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
04 April 2018 16:37 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 22 orang calon jemaah umrah PT Amanah Bersama Umat Abu Tours dan Travel menuntut pengembalian uang pendaftaran umrah. Mereka mengaku sudah tak percaya lagi dengan biro perjalanan umrah tersebut.

Hal itu diungkapkan koordinator korban Abu Tours, Muhammad Dahlan Muladi, saat diperiksa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta sebagai saksi di Mapolresta Surakarta, Rabu (4/4/2018).

Tokopedia

“Permintaan saya sederhana hanya ingin uang pendaftaran jemaah umrah 22 orang senilai Rp328 juta segera dikembalikan,” ujar Dahlan saat ditemui wartawan di Mapolresta, Rabu.

Dahlan menjelaskan 22 orang korban ini sudah tidak lagi percaya dengan Abu Tours. Sementara korban lainnya tidak melaporkan kasus ini ke polisi karena masih percaya akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Padahal Kementerian Agama (Kemenag) Solo sudah mencabut izin biro umrah Abu Tours setelah kasus ini mencuat.

“Kami sebenarnya ingin agar korban lainnya segera melaporkan kasus ini ke polisi. Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi warga lainnya agar tidak tergiur promo biaya umrah murah,” kata dia.

Ia mengaku sebenarnya sudah menaruh curiga saat tanggal pemberangkatan umrah dua kali tertunda yakni 18 Januari dan 13 Februari. Abu Tours justru mengembalikan semua paspor dan tiket pesawat milik calon jemaah umrah.

“Seharusnya Abu Tours kalau memang berniat baik tidak mengembalikan paspor dan tiket pesawat. Setelah tiket dan paspor dikembalikan ternyata benar kantornya tutup. Saya langsung melaporkan kasus ini ke polisi,” kata dia.

Kanit IV Satreskrim Polres Iptu Sudarmiyanto mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengungkapkan dari keterangan korban, 22 calon jemaah umrah ini terbagi dalam dua kloter. Kloter pertama sebanyak 20 orang berangkat 18 Januari dan kloter kedua sebanyak dua orang berangkat 13 Februari.

“Kloter pertama membayar biaya umrah senilai Rp16,5 juta. Sementara kloter kedua membayar biaya umrah senilai Rp20 Juta. Kami akan memeriksa enam orang saksi lagi Jumat besok,” kata dia.

Ia menambahkan setelah pemeriksaan saksi selesai akan memanggil pimpinan Abu Tours Cabang Solo. Kemudian akan mengadakan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya dalam menangani kasus ini.