PENDIDIKAN SUKOHARJO : Berlaku Mulai TAB Ini, PPDB SMP Dibagi 12 Zona

Ilustrasi sekolah. (Solopos/Whisnu Paksa)
04 April 2018 19:17 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tahun ajaran 2018/2019 memberlakukan sistem zonasi berdasarkan kecamatan. Hal ini untuk pemerataan siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan di Sukoharjo.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo mengadakan sosialisasi pelaksanaan PPDB secara online tahun ajaran 2018/2019 di aula kantor Disdikbud, Rabu (4/4/2018). Kegiatan itu dihadiri ratusan Kepala SMPN dan SDN se-Sukoharjo.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikbud Sukoharjo, Dwi Atmojo Heri, mengatakan pelaksanaan PPDB SMP tahun ajaran 2018/2019 menerapkan sistem zonasi kecamatan. Artinya, ada 12 zona untuk masing-masing kecamatan di Sukoharjo.

“Untuk pemerataan siswa baru diterapkan zonasi kecamatan saat PPDB secara online tahun ajaran 2018/2019. Kami telah menyosialisasikan kepada pengurus sekolah,” kata dia saat ditemui wartawan, Rabu.

Pelaksanaan PPDB SMP mengacu pada Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB. Terdapat dua jalur pelaksanaan PPDB SMP yakni Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperuntukkan siswa dari keluarga miskin dan reguler. Para calon siswa baru melalui jalur PIP bisa mendaftar sekolah di luar zonasi kecamatan.

Namun, kuota pendaftar dari luar zonasi hanya lima persen. “Baik calon siswa baru jalur PIP maupun reguler bisa memilih dua sekolahan namun masih dalam satu zona. Misalnya, pilihan pertama SMPN 1 Grogol dan pilihan kedua SMPN 2 Grogol,” papar dia.

Dalam waktu dekat, Disdikbud Sukoharjo bakal memverifikasi piagam penghargaan para siswa berprestasi. Pemohon verifikasi piagam penghargaan diwajibkan menandatangani surat pernyataan sebagai bukti keaslian piagam penghargaan itu.

Berdasarkan data Disdikbud Sukoharjo, jumlah lulusan SD di Sukoharjo ada 11.300 siswa. Sementara kuota calon siswa baru sekitar 12.000 siswa. “Kuota siswa baru di setiap sekolah menyesuaikan jumlah rombongan belajar [rombel]. Ini sudah diatur dalam ketentuan,” papar dia.

Sementara itu, seorang wali murid SDN Jetis 1, Sasmito, berharap pelaksanaan PPDB SMP tidak membingungkan para orang tua/wali murid. Dengan sistem zonasi, mayoritas orang tua siswa bakal mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit di wilayahnya masing-masing. Mereka tak perlu lagi memilih sekolah di luar kecamatan domisili.

 

Tokopedia