BUNUH DIRI WONOGIRI : Dalam Sepekan 3 Nyawa Melayang dengan Cara Gantung Diri

Aparat Polsek Wonogiri mengolah TKP orang bunuh diri di Kerdu Kepik RT 004/RW 001, Giripurwo, Wonogiri, Rabu (4/4 - 2018). (Istimewa/Polres Wonogiri)
04 April 2018 17:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tiga kasus bunuh diri dengan cara gantung diri di Wonogiri terjadi dalam sepekan terakhir. Diduga penyakit menahun atau penyakit yang tak kunjung sembuh menjadi alasan warga tersebut mengakhiri hidup.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (4/4/2018), kasus gantung diri pertama terjadi di Talesan, Desa Talesan, Purwantoro, Jumat (30/3/2018). Kartono, 70, yang akan mencari rumput di pekarangannya menemukan tetangganya, Mujito, 50, meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon pukul 11.30 WIB.

Malam sebelumnya, Mujito keluar rumah tetapi hingga pagi hari tak kunjung pulang. Tiga hari berselang kasus yang sama terjadi di Tlogorejo RT 001/RW 007, Songbledek, Paranggupito, Senin (2/4/2018).

Jumi, 65, menemukan suaminya, Sarijan, 70, meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon jati di samping rumahnya saat akan membuang sampah, pukul 05.30 WIB. Sebelumnya Jumi menyapu halaman rumah.

Dua hari berikutnya, Rabu, kasus bunuh diri kembali terjadi di Kerdu Kepik RT 004/RW 001, Giripurwo, Kecamatan Wonogiri. Sarikem, 75, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di pagar jembatan oleh anaknya, pukul 04.00 WIB.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Hariyanto, mengatakan ketiga warga tersebut bunuh diri dengan cara gantung diri. Dugaan itu diperkuat hasil pemeriksaan. Tubuh korban terdapat tanda-tanda orang gantung diri, seperti lidah menjulur dan kotoran keluar dari anus.

Selain itu di tubuh mereka tidak ditemukan bekas kekerasan. Motif Mujito bunuh diri belum diketahui secara pasti. Sarijan dan Sarikem bunuh diri diduga karena putus asa sejak sangat lama menderita penyakit yang tak kunjung sembuh. Hal itu berdasar keterangan keluarga masing-masing.

“Jenazah Bapak Sarijan dan Ibu Sarikem ditemukan keluarga dekat. Anak Ibu Sarikem yang kali menemukan tubuh ibunya tergantung mengira ibunya masih hidup. Dia langsung meminta bantuan warga untuk menurunkannya. Setelah dicek Ibu Sarikem diketahui sudah meninggal dunia,” kata Hariyanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.