Petani di Jumantono Keluhkan Harga Melon Amblek

Rohadi Widodo menunjukkan melon di areal sawah petani di Tugu, Jumantono, Karanganyar, Rabu (4/4 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
05 April 2018 09:30 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Sejumlah petani di Jumantono, Karanganyar, mengeluhkan harga jual buah melon yang amblek dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, panen raya buah melon di Jumantono masih berlangsung.

Salah satu petani di Tugu, Jumantono, yakni Sukadi, 35, mengatakan hasil panen buah melon yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir di luar ekspektasi para petani di daerahnya. Hal itu disebabkan harga buah melon yang mengalami penurunan per kilogram saat panen raya berlangsung.

“Harga jual melon di tingkat petani di Tugu dan sekitarnya ini di bawah harga normal. Harga normal yang diharapkan petani itu Rp6.000 per buah [per kilogram]. Saat ini hanya senilai Rp4.000-Rp5.000 per kilogram. Dengan harga seperti itu, petani tetap untung tapi tak maksimal,” kata Sukadi, saat ditemui wartawan di sawahnya di Tugu, Jumantono, Rabu (4/4/2018).

Sukadi mengatakan petani melon di Tugu harus menyiapkan modal besar saat menanam tanaman melon. Petani harus menyediakan modal hingga Rp60 juta sewaktu menanam melon di lahan seluas satu patok atau 4.000 meter persegi.

“Saya sudah enam tahun menjadi petani melon. Jika harga jual normal, modal Rp60 juta setiap petani akan memperoleh Rp90 juta. Makanya, petani di sini tetap untung tapi tak maksimal. Cuaca di sini juga mendukung untuk menanam melon atau palawija lainnya,” katanya.

Calon bupati (Cabup) nomor urut 1, Rohadi Widodo, mengatakan menjadi sebagai seorang petani dibutuhkan kreativias dan semangat juang tinggi. Petani di Karanganyar disarankan tak hanya menanam tanaman padi dalam kurun waktu satu tahun.

“Pola tana para petani jangan melulu padi-padi-pantun. Tapi, perlu diselingi dengan menanam palawija. Termasuk buah melon. Saya hadir di tengah-tengah petani di Tugu ini untuk memberikan semangat kepada mereka agar tetap teguh dalam bertani. Kalau ditekuni, pekerjaan sebagai petani juga dapat menghasilkan. Banyak warga sini yang kembali dari tanah rantau untuk menjadi petani. Memang, saat menanam melon dibutuhkan modal besar. Para petani juga bisa memaksimalkan keberadaan Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKMA),” katanya.