Lomba Kelurahan Solo: Keprabon Unggulkan Sentra Kuliner dan Seni

Tiga penari Suryosumirat mementaskan tari merak di hadapan tim juri lomba antarkelurahan di Pendapa Pura Mangkunegaran, Keprabon, Banjarsari, Solo, Kamis (5/4 - 2018). (Istimewa/ Dinas PP, PA dan PM Solo)
06 April 2018 10:25 WIB Abu Nadzib Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Kelurahan Keprabon menjadi peserta kedua yang dinilai tim juri lomba antarkelurahan Pemkot Solo, Kamis (5/4/2018). Apa saja potensi kelurahan yang masuk wilayah Kecamatan Banjarsari tersebut?

“Kami punya banyak keunggulan terutama potensi seni dan ekonomi. Pada sektor budaya kami melestarikan kegiatan seni tari, karawitan, musik, keroncong dan hadrah. Juga pelestarian bangunan peninggalan yang merupakan bangunan cagar budaya,” tegas Lurah Keprabon, Rustika Atnawati, kepada Solopos.com seusai lomba melalui Whatsapp.

Sedangkan di sektor ekonomi, jelas Rustika, Keprabon identik dengan wilayah yang penuh potensi ekonomi. Keberadaan Pasar Triwindu dan koridor Ngarsopuro mendukung potensi tersebut.

“Ada unggulan produk masyarakat seperti brownis tiwul, produk batik cap dan tulis Jawa Dwipa. Untuk produk kuliner ada nasi liwet, soto triwindu, dan makanan khas keraton seperti nasi lodoh dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurut Rustika, program yang juga sedang dijalankan di wilayahnya adalah pemanfaatan limbah sampah untuk aneka kerajinan tangan serta penghijauan di lahan sempit.

Salah satu juri dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tuhana, menilai secara aspek pemerintahan Keprabon relatif baik.

“Pemberdayaan mssyarakat di lapangan berjalan mulai dari kelompok usaha ekonomi, seni budaya, kuliner, posyandu dan posyandu lansia. Namun perlu optimalisasi untuk mewujudkan keterpaduan program pemberdayaan masyarakatnya. Kebersamaan aparatur dalam menciptakan budaya kerja cukup tinggi,” katanya.

Keprabon bersaing dengan lima kelurahan lainnya yakni Penumping, Sewu, Tipes dan Kampung Baru untuk menjadi yang terbaik mewakili Kota Solo ke lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.