Pencurian Wonogiri: Pencuri Gasak 18 Hanphone Gerai Ponsel Randusari

Polisi mengecek gerai ponsel SBR Cell di Ngadirojo, Wonogiri, yang disatroni pencuri, Kamis (5/4 - 2018). (Istimewa/Polres Wonogiri)
06 April 2018 05:50 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Gerai telepon seluler (ponsel) SBR Cell di jalan raya Ngadirojo-Sidoharjo, wilayah Randusari, Ngadirojo Kidul, Ngadirojo, Wonogiri, disatroni pencuri pada Kamis (5/4/2018) dini hari. Uang tunai Rp10 juta dan 18 unit telepon genggam (handphone) raib.

Pemilik gerai mengalami kerugian Rp43 juta. Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Hariyanto, kepada wartawan, Kamis, mengatakan gerai ponsel itu diketahui telah dibobol pencuri pada Kamis pukul 06.30 WIB. Saat itu Sriyono membuka gerai. Sriyono merupakan bapak dari pemilik gerai, Ryan Sabrina.

Setelah masuk ke gerai, Sriyono melihat ada plafon yang bolong. Lalu dia memberi tahu Ryan. Selanjutnya dia bersama Ryan mengecek kondisi gerai karena mereka curiga gerai telah disatroni pencuri. Benar saja, belasan ponsel di etalase dan uang tunai yang disimpan di laci raib.

“Setelah dihitung ada 18 unit ponsel dan uang Rp10 juta yang hilang,” kata Hariyanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Ponsel yang hilang meliputi satu Vivo Y65 seharga Rp2,2 juta, satu unit Vivo Y63 seharga Rp1,7 juta, empat unit Oppo A71 senilai Rp7,9 juta, dan satu unit Oppo A37 seharga Rp1,7 juta. Selain itu dua unit Samsung J2 Prime senilai Rp2,9 juta, satu unit Samsung J2 Pro seharga Rp1,7 juta, empat unit Xiomi 5A senilai Rp5,2 juta, dua unit Xiomi 4A senilai Rp2,6 juta, satu unit Xiomi Note 5A seharga Rp2,4 juta, Xiomi Redmi 5 Plus seharga Rp1,4 juta, dan satu unit Huawey Y317 seharga Rp1,09 juta.

Berdasar hasil oleh tempat kejadian perkara (TKP), diduga pelaku masuk gerai dengan memanjat pagar halaman lalu masuk gerai menggunakan tangga bambu melalui atap. Pelaku diduga membuka dua genting lalu masuk dengan merusak plafon.

Gerai tersebut tak dilengkapi kamera pengintai. Saat polisi mengecek rekaman kamera pengintai dari tempat usaha lain, aksi pelaku tidak terekam.

“Pada pukul 01.00 WIB pemilik gerai belum tidur. Diduga aksi dilancarkan setelah pukul 01.00 WIB. Pelaku tidak meninggalkan bukti di TKP. Kami masih menyelidiki kasus ini,” imbuh Hariyanto.