Ada Festival Kuliner, PKL Sunday Market Tak Boleh Dekati Manahan Solo pada 15 April

Suasana Sunday Market Manahan Solo. (Solopos/Dok)
08 April 2018 22:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo bakal meliburkan kegiatan Sunday Market libur pada Minggu (15/4/2018) mendatang karena kompleks Stadion Manahan bakal digunakan Dinas Pariwisata (Disparta) Solo untuk acara Solo Indonesia Culinary Festival 2018.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Minggu (8/4/2018) pagi, para PKL Sunday Market telah menerima surat edaran (SE) pemberitahuan peliburan Sunday Market pada tanggal tersebut. Di SE yang ditandatangani Sekretaris Dispora Solo Radik Karyanto itu tertulis PKL Sunday Market dilarang berjualan juga di luar Stadion Manahan saat kegiatan Sunday Market diliburkan.

Tokopedia

Pada poin ketiga di dalam SE bernomor 426.15/808/SP/DISPORA/IV/2018 tersebut, Dispora mewanti-wanti PKL apabila masih nekat berjualan di dalam maupun luar kompleks Stadion Manahan, akan berurusan dengan Satpol PP Solo.

Dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut, Ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM) Sunday Market, Joko Santoso alias Yuli de Santos, menegaskan SPMPM siap menaati aturan Dispora Solo itu. Pengurus SPMPM telah mengimbau juga kepada para anggota untuk tidak berjualan di luar kompleks Stadion Manahan seperti biasaanya saat Sunday Market diliburkan.

“Atas nama pedagang SPMPM, saya menyampaikan kami siap menaati aturan terkait peliburan Suday Market pekan depan. Pengurus SPMPM sudah memberi tahu para pedagang untuk tertib,” kata Yuli saat diwawancarai Solopos.com di kompleks Stadion Manahan, Minggu.

Yuli mengakui pengurus SPMPM tak ada rencana melakukan langkah antisipasi mencegah pedagang berjualan di luar kompleks Stadion Manahan saat Sunday Market diliburkan pada Minggu depan. Setelah tahap sosialisasi kali ini, pengurus SPMPM menyerahkan tanggung jawab kepada masing-masing PKL jika nantinya tetap nekat berjualan di luar kompleks Stadion Manahan saat Sunday Market diliburkan.

Namun, dia yakin kebanyakan PKL telah menyadari arahan Pemkot Solo tersebut. PKL tidak akan berjualan di luar kompleks Stadion Manahan, khususnya jalur lambat Jl. Adisucipto dekat GOR Manahan karena lokasi itu sedang dipakai untuk jalur alternatif selama masa pembangunan jalan layang (flyover) Manahan.

“Yang jelas para PKL sudah dikasih tahu tidak boleh berjualan Minggu depan. Kalau masih ada yang mengeyel, itu tanggung jawab masing-masing pedagang. Mereka tentu akan mendapatkan sanksi dari Satpol PP jika kedapatan nekat berjualan di seputaran Stadion Manahan saat Sunday Market libur,” jelas Yuli.

Diwawancarai terpisah, Kepala Satpol PP Solo, Sutarjo, mengancam akan menyita barang dagangan hingga mencabut izin penempatan milik PKL yang kedapatan berjualan di luar kompleks Stadion Manahan saat kegiatan Sunday Market diliburkan. Satpol PP menganggap aktivitas PKL di luar Stadion Manahan merugikan para pengguna jalan apalagi sekarang ada kegiatan proyek pembangunan flyover Manahan.

"Jika ada di antara PKL yang nekat berjualan di seputaran kompleks Stadion Manahan saat Sunday Market libur akan kami beri sanksi tegas. Izin berjualan PKL di Sunday Market akan kami cabut. Dengan begitu, PKL tersebut tidak berhak lagi jualan di Stadion Manahan setiap Minggu," terang Sutarjo.