Desa Gempolan Karanganyar Jadi Lokasi Simulasi Nasional.

Sejumlah siswa RA Hidayatul Insan Karanganyar mendengarkan penjelasan dan menjajal alat light tower dan perahu karet yang dimiliki BPBD Karanganyar, Kamis (5/4 - 2018). (Solopos/Sri Sumi Handayani).
08 April 2018 07:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR--Desa Gempolan, Kerjo, menjadi lokasi simulasi penanganan bencana alam tanah longsor pada Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.

Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar akan melaksanakan simulasi bencana alam tanah longsor memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Tema tahun ini adalah Siap untuk Selamat.

Tokopedia

"Artinya siap untuk melindungi diri apabila ada bencana. Kami akan melaksanakan simulasi bencana alam tanah longsor di Gempolan, Kerjo, tepatnya Dusun Kesongo, RT 002/RW 004. Di dusun itu rawan longsor," kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Karanganyar, Hartoko, saat ditemui wartawan di Kantor BPBD Karanganyar, Kamis (5/4/2018).

Simulasi melibatkan sukarelawan dan masyarakat. Harapannya, masyarakat di sana bisa menyiapkan diri dan menghadapi bencana alam sewaktu-waktu. Hartoko memaparkan sekelumit kondisi tanah di dusun tersebut.

"Pada satu RT ada tiga rumah yang rawan. Pergerakan tanah di Gempolan itu terjadi awal 2017. Pada bukit dan kebun karet di bagian atas permukiman warga. Retakan tanah selebar 25 sentimeter. Panjang bukit itu 100 meter," tutur dia.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan tidak ada penambahan lokasi rawan bencana alam tanah longsor. Pendataan kali terakhir masih sama. BPBD rutin melaksanakan sosialisasi. Salah satu sasaran adalah anak usia dini.

"Anak usia dini itu usia emas. Mereka wajib tahu tentang bencana alam. Kalau ada bencana minimal mereka bisa melindungi diri sendiri. Edukasi itu juga bisa disebarkan ke masyarakat sekitar," ungkap Hendro.

Hendro menyampaikan Kantor BPBD sering menerima kunjungan dari PAUD, TK, RA di Karanganyar. Mereka melaksanakan program outing class, seperti dilakukan RA Hidayatul Insan Karanganyar. Kepala RA Hidayatul Insan Karanganyar, Ketut Ibrahim, menyampaikan outing class ke BPBD Karanganyar untuk membekali anak-anak tentang kebencanaan sejak dini.

"Pengenalan dan pembelajaran tentang alam. Titik tekan anak memahami tentang bencana alam. Daerah rawan terhadap bencana. Anak-anak diberi pemahaman mendasar. Minimal dia bisa mematikan lampu apabila terjadi bencana, memadamkan api, dan lain-lain," ujar dia.