Mahasiswa IAIN Surakarta Kenalkan Budaya Thailand kepada Warga

Mahasiswa asing asal Thailand, Nurisiqin (kiri) dan Nuraini (kedua dari kiri), memperkenalkan kuliner khas negaranya dalam acara Cross Culture Understanding Thailand and Java di CFD Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (8/4 - 2018). (M. Ferri Setiawan)
09 April 2018 11:15 WIB Septhia Ryantie Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Empat jenis makanan tersaji di meja yang diletakkan di tengah-tengah padatnya pengunjung menikmati suasana car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi Solo, tepatnya di depan Optik ILI Solo, Minggu (8/4/2018) pagi. Keempat makanan itu yakni nasi liwet, serabi, sawut, dan brownis tiwul. Bagi warga Kota Solo, tentunya makanan-makanan tersebut tidaklah asing.

Namun di meja yang sama, tersaji juga dua jenis makanan lain yang ternyata membuat banyak pengunjung bertanya-tanya lantaran belum mengenal makanan tersebut. Kedua makanan itu bernama kao niy mamuag dan kape. Makanan-makanan tersebut merupakan jenis makanan khas Thailand yang sengaja diperkenalkan kepada para pengunjung CFD di Kota Bengawan dalam kegiatan Cross Culture Understanding Thailand-Java.

Kegiatan itu diadakan para mahasiswa Angkatan 2015 Program Studi (Prodi) Jurnalistik Fakultas Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, bekerja sama dengan Komunitas Mahasiswa Thailan IAIN Surakarta, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sentra IAIN Surakarta, dan UKM JQH IAIN Surakarta.

“Kao niy mamuag berbahan ketan dan buah mangga yang diberi kuah santan. Sedangkan kape berbahan pisang yang dibakar, diberi santan juga,” terang salah seorang mahasiswa IAIN Surakarta, Aneesah Kasor, ketika ditemui Solopos.com di sela-sela kegiatan, Minggu.

Aneesah adalah salah seorang mahasiswa asal Thailand yang mengambil studi Program Bahasa Inggris di IAIN Surakarta. Selain makanan, Aneesah bersama sejumlah mahasiswa Thailand lainnya juga memperkenalkan tarian asal negara mereka, yakni Tari Badike Hulu, dengan menarikannya di tengah-tengah pengunjung. Tarian tersebut merupakan tarian tradisional dari Kota Pattani, Thailand.

Menurut salah seorang panitia kegiatan, Arief Putra, diadakannya kegiatan itu berawal dari mata kuliah Event Organizer (EO) yang mereka tempuh di IAIN Surakarta.

“Kami mengangkat tema tentang budaya Thailand dan budaya Jawa, sehingga yang kami perkenalkan di sini ada makanan, tarian, dan budaya,” terang Arief.

Dipilih negara Thailand, menurut Arief, karena di antara mahasiswa asing dari berbagai negara yang saat ini sedang mengambil studi di IAIN Surakarta, jumlah paling banyak adalah mahasiswa asal Thailand. Sedangkan untuk budaya Jawa, Arief mengatakan, mereka memperkenalkan Tari Soyong dari Jawa Timur yang ditampilkan di awal acara.

“Kami juga mengajak pengunjung CFD di sini untuk ikut lomba kaligrafi,” tambah Arief.

Melalui serangkaian kegiatan tersebut, Arief berharap bisa bermanfaat untuk memperkaya wawasan masyarakat tentang budaya, baik negeri sendiri maupun negara lain. "Dalam hal ini khususnya budaya Jawa dan budaya Thailand," tandasnya.