Ujian Nasional 2018: Gangguan Teknis Tak Pengaruhi Jalannya Ujian SMA di Solo

Ilustrasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). (Antara)
10 April 2018 10:10 WIB Septhia Ryantie Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun Pelajaran 2018/2019 untuk jenjang SMA di Solo pada hari pertama, Senin (9/4/2018), sempat diwarnai kendala teknis. Namun, secara umum gangguan tersebut tidak memengaruhi berlangsungnya ujian.

Gangguan teknis berupa sejumlah perangkat komputer yang mengalami log out beberapa kali. Saat dimintai konfirmasi, hal itu dibenarkan Kepala SMA Negeri (SMAN) 6 Solo, Agung Wijayanto.

Agung mengakui di sekolahnya kondisi tersebut terjadi di beberapa ruang laboratorium komputer. Namun, hal itu tidak memengaruhi ujian secara menyeluruh. Gangguan itu juga tidak mengurangi waktu mengerjakan soal-soal bagi para siswa. “Kemungkinan karena perangkat komputer selama ini sering digunakan, termasuk salah satunya untuk latihan UNBK. Program keluar-masuk sehingga menyebabkan sedikit gangguan teknis. Tapi, hal itu tidak terlalu memengaruhi jalannya ujian. UNBK secara umum hari ini lancar,” terang Agung yang juga selaku Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Solo ini.

Hal senada disampaikan Pengawas SMA Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Provinsi Jawa Tengah, Tri Silawati, saat ditemui wartawan seusai meninjau UNBK di SMAN 6 Solo.

UNBK SMA diikuti semua SMA di Solo. Jumlah peserta UNBK SMA pada tahun ini tercatat 5.738 siswa dari 39 SMA, baik negeri maupun swasta. Sedangkan peserta dari madrasah aliah (MA) tercatat ada 922 orang.

Dari 5.738 siswa SMA, sebanyak 4.909 orang di antaranya dari SMA yang telah menerapkan Kurikulum 2013 (K13). Sisanya 829 siswa dari SMA yang masih menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006. Sedangkan untuk MA, tercatat ada 857 siswa yang telah menerapkan K13 dan 65 siswa MA yang masih menerapkan KTSP.

Dari 39 SMA tersebut, lanjut Agung, ada 3 SMA yang bergabung dengan sekolah lain, yaitu SMA 17 dan SMA Tunas Pembangunan (TP) 1 yang menggabung ke SMA Islam 1. Sedangkan satu SMA lainnya, yakni SMA Tri Pusaka, menggabung ke SMAN 3.

Pada tahun ini terdapat enam peserta inklusi yang kesemuanya difabelnetra. Dari jumlah itu, lima siswa merupakan siswa SMAN 8 dan 1 siswa di SMA Muhammadiyah 6. Mereka tetap mengikuti UNBK di sekolah masing-masing dengan bantuan pendamping yang membantu membacakan naskah soal dan mengisikan jawaban.