Pemkot Solo Ketir-Ketir Dana Revitalisasi Pasar Klewer Timur Tak Kunjung Cair

Pasar Klewer, Solo. (Solopos/Dok)
10 April 2018 22:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo mulai ketir-ketir lantaran hingga memasuki awal triwulan II tahun ini belum ada kejelasan kapan anggaran revitalisasi Pasar Klewer sisi timur dari pemerintah pusat akan cair.

Kegagalan pembangunan pasar tersebut pada tahun lalu dikhawatirkan bakal terulang kembali. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengaku berbagai upaya telah dilakukan untuk menagih janji pengucuran anggaran pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Namun hingga kini Pemkot hanya bisa menunggu kucuran bantuan anggaran tersebut.

Tokopedia

“Sudah bolak-balik ke sana [Kementerian Perdagangan] dan katanya proses. Tapi kami tetap khawatir pasar tidak jadi dibangun lagi kalau anggaran belum turun sampai Juni nanti,” kata Wali Kota akrab disapa Rudy ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Selasa (10/4/2018)

Pemkot hanya berpegang pada janji pemerintah pusat yang bakal membangun Pasar Klewer sisi timur. Janji ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pasar Klewer sisi barat tahun lalu.

Berbekal inilah Pemkot berani memindahkan pedagang ke pasar darurat di Alun-alun Utara (Alut) dan membongkar bangunan pasar. Selain itu pula Pemkot tidak mengalokasikan anggaran dalam APBD Kota Solo untuk revitalisasi Pasar Klewer sisi timur.

“Anggarannya kan dijanjikan dari sana [Pusat] semua. Ya sudah, kita tidak mengalokasikan anggaran itu,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan Pemkot terus mengupayakan kejelasan dana revitalisasi dari pemerintah pusat. Pemkot berkukuh merealisasikan revitalisasi Pasar Klewer yang terus tertunda sejak tahun lalu.

“Kalau strategi mendapatkan anggaran ini tidak bisa, ya nanti diganti strategi lain,” kata Subagiyo tanpa membeberkan strategi tersebut.

Subagiyo tidak menampik jika sejumlah alternatif pembiayaan masih dipikirkan, lantaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) tak kunjung mencairkan dana revitalisasi Pasar Klewer timur. Kemendag telah menyetujui alokasi anggaran revitalisasi Rp 57 miliar sejak awal 2018.

Namun hingga kini kepastian penerbitan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) pembangunan Pasar Klewer belum diterima Pemkot. Padahal DIPA itu bakal digunakan sebagai salah satu dasar penyelenggaraan lelang proyek.

“Tidak masalah mempertimbangkan alternatif lain meski Kemendag sudah menjanjikan dana revitalisasi. Upaya untuk mendapatkan anggaran kan banyak caranya," katanya.

Soal kemungkinan menggali sumber dana revitalisasi dari anggaran corporate social responsibility (CSR), Subagiyo pun tidak menepisnya. “Mungkin bisa saja seperti itu,” katanya.

Seperti diketahui, sejak tahun lalu bangunan Pasar Klewer sisi timur belum bisa direvitalisasi. Tender proyek yang diselenggarakan Oktober 2017 gagal menggaet rekanan lantaran mepetnya waktu pencairan bantuan anggaran sebesar Rp48 miliar dari pemerintah pusat.

Tahun ini Pemkot merevisi kebutuhan anggaran revitalisasi menjadi Rp57 miliar dan telah disetujui Kemendag untuk dialokasikan dalam APBN 2018. Merujuk skenario Pemkot, anggaran idealnya dikucurkan maksimal Mei sehingga revitalisasi bisa selesai Oktober berbarengan dengan berakhirnya sewa Alut.