Belum Punya Lab Komputer, 1 SMA Boyolali Gelar Ujian Nasional di SMP

Ilustrasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). (Antara)
11 April 2018 02:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com,BOYOLALI—Sebanyak 28 sekolah atau 100 persen SMA negeri dan swasta di Boyolali mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2018 yang mulai digelar Senin (9/4/2018).

Sementara itu, satu SMA swasta di Ampel mengikuti UNBK menggunakan ruang SMP karena belum memiliki lab komputer.Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Boyolali Suyanta mengatakan, berdasarkan pemantauannya, pelaksanaan ujian hari pertama dengan mata uji Bahasa Indonesia tersebut berjalan lancar.

“Dari 28 SMA negeri maupaun swasta di Boyolali semuanya sudah bisa UNBK. Sampai sesi dua ini, semuanya lancar tidak ada kendala baik suplai listrik maupun jaringan internet,” ujarnya saat dihubungi di sela-sela jeda sesi, Senin.

Hanya saja, ada salah satu SMA swasta di Ampel yang terpaksa menggelar UNBK di gedung SMP karena SMA tersebut belum memiliki laboratorium komputer. “SMA Tunas Harapan di Ampel terpaksa UNBK di SMP Kanisius [lokasi tidak berjauhan] karena belum punya lab sendiri. Tapi sebenarnya kedua sekolah ini bernaung pada satu yayasan yang sama sehingga tidak ada masalah,” imbuh Kepala SMAN 2 Boyolali ini tanpa merinci jumlah siswa SMA Tunas Harapan.

Suyanta menambahkan, UNBK SMA di Boyolali ini diikuti 3.944 siswa dengan 1.953 siswa program IPA, 1.959 siswa program IPS, dan 32 siswa program Bahasa.

Sementara itu, ada satu siswa inklusi (tuna grahita) yang tidak ikut UNBK. Menurutnya, siswa inklusi memang tidak wajib mengikuti UNBK. Siswa bersangkutan hanya akan mendapat ijazah namun tidak mendapat surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN).

Dalam catatan Solopos.com, sebanyak 13 SMA/MA di Boyolali menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) atau masih dengan cara manual. 13 sekolah yang masih menyelenggarakan UNKP tersebut terdiri atas 4 SMA dan 9 MA.