PEMILU 2019: Diperiksa Panwaslu, Ini Pengakuan Kadisdik Klaten Hadiri Acara SBY

Ilustrasi netralitas PNS. (Solopos/Dok)
11 April 2018 01:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Sunardi, sudah diperiksa Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten atas dugaan pelanggaran netralitas ASN lantaran menghadiri acara sarasehan petani bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Desa Kebondalem Lor, Prambanan, Sabtu (7/4/2018).

Sunardi hadir memenuhi panggilan Panwaslu pada Selasa (10/4/2018). Ketua Panwaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman, mengatakan Sunardi sudah diklarifikasi setelah rencana klarifikasi pada Senin (9/4/2018) urung dilakukan.

“Dari hasil klarifikasi dia menyampaikan tidak diundang dalam acarai itu dan tahu di sana acaranya parpol. Sebenarnya dengan dia tahu dan datang itu bisa masuk pelanggaran. Tetapi, dia mengatakan datang untuk memantau apakah ada guru yang datang dalam acara itu. Pertanyaannya selanjutnya apakah tugas kepala dinas harus memantau sendiri?” kata Arif saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Arif mengatakan hasil klarifikasi tersebut menjadi bahan kajian Panwaslu. Ia menjelaskan dari kajian yang dibuat bakal muncul rekomendasi yang disampaikan ke Bupati.

“Pemberian sanksi itu kewenangan Bupati. Untuk sementara, kami masih kaji. Mungkin dalam dua hari ke depan [Kamis, 12/4/2018] sudah ada rekomendasi,” ungkapnya.

Kajian juga dilakukan terkait dua kades yakni Kades Pakisan, Kecamatan Cawas, F.X. Dedi Sukardi, dan Kades Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Agus Nugroho, yang juga hadir dalam acara SBY.

“Imbauan kami tentu kades dan ASN mengedepankan netralitas. Kalau toh mau memantau anak buah ada yang ikut kegiatan atau tidak, jangan hanya satu kegiatan saja, tetapi seluruh kegiatan berkaitan dengan kampanye. Selain itu, berkoordinasi dengan jajaran kami dari Panwaslu hingga panwascam sehingga status kedatangan beliau dalam acara itu jelas,” urai dia.

Kepala Disdik Klaten, Sunardi, membenarkan sudah diperiksa Panwaslu, Selasa. Ia kembali menjelaskan saat itu ia sekadar mampir ke kegiatan yang dihadiri SBY di Kebondalem Lor. Sunardi menuturkan ia datang ke lokasi tersebut tak lebih dari lima menit.

“Saya lewat ada ramai-ramai saya mampir. Saya langsung pulang, tidak ada teman-teman guru yang datang dalam kegiatan itu. Waktu itu saya datang mengenakan seragam PGRI. Informasi yang saya terima itu kegiatan kelompok tani bukan partai,” katanya.