Awal Mei, Rangkaian Kereta Bandara Diuji Coba di Rute Solo-Kutoarjo

Kereta yang akan dioperasikan di rute Bandara Adi Soemarmo/Stasiun Solo Balapan. (Istimewa)
12 April 2018 06:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menguji coba train set (rangkaian kereta) Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan untuk melayani penumpang di rute Solo-Kutoarjo.

Uji coba train set akan dimulai awal Mei mendatang. Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan train set bandara sudah tiba di Solo akhir bulan ini.

“Karena belum dioperasikan untuk kereta Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan rencananya kami operasikan untuk Solo- Jogja-Kutoarjo. Awal Mei lah bisa operasi, " katanya ketika dijumpai wartawan seusai audiensi dengan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di Balai Kota Solo, Rabu (11/4/2018) pagi.

Saat ini proyek jalur kereta api bandara yang menghubungkan Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan belum rampung. Namun train set yang terdiri atas empat gerbong sudah selesai dibuat dan siap dioperasikan.

Total rangkaian kereta berkapasitas 200 penumpang, masing-masing gerbong ada 50 tempat duduk. Dari sisi teknis, kereta ini berjenis Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) dengan material eksterior dan interior didominasi stainless steel atau alumunium alloy.

Di Indonesia, spesifikasi yang sama hanya dimiliki di Minangkabau. “Jadi nanti untuk dioperasikan Solo-Kutoarjo dulu sebagai sarana uji coba. Takutnya kalau tidak digunakan akan rusak,” katanya.

Pengoperasian kereta buatan PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun tersebut dilakukan juga sebagai upaya pemenuhan kebutuhan angkutan Solo-Kutoarjo. Hal itu mengingat selama ini PT KAI dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan angkutan Solo-Jogja-Kutoarjo.

“Animo masyarakat menggunakan kereta Solo-Jogja-Kutoarjo ini sangat tinggi. Nah ini bisa untuk memenuhinya,” katanya.

Ihwal harga tiket dan jadwalnya, PT KAI masih melakukan kajian lebih lanjut. Mengingat kereta api yang akan dioperasionalkan merupakan rangkaian baru. Akan dibahas pula apakah kereta api hanya disiapkan untuk kapasitas 200 sesuai jumlah tempat duduk atau berdiri yang mampu mencapai 500 penumpang.

“Jadi ini semua masih kita kaji semua apakah duduk atau berdiri,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berharap kereta bandara bisa segera dioperasionalkan. Dia juga menyambut baik rencana PT KAI akan menambah kereta Solo-Kutoarjo.

“Tadi saya sampaikan dibuat harga yang berbeda. Kalau mau prioritas transportasi massal, lebih baik dibuat berdiri seperti KRL,” katanya.

Rudy mengatakan operasional kereta bandara hingga kini masih merampungkan proses pembebasan lahan. Di Solo sendiri, nantinya akan dibangun satu stasiun baru di wilayah Kadipiro.