SICF 2018: Ada Tengkleng, Satai Kere, dan Sego Liwet Gratis di halaman Stadion Manahan Solo

Pekerja memasang panggung dan tenda di lapangan parkir Stadion Manahan Solo, Rabu (11/4 - 2018), untuk acara Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2018. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
12 April 2018 09:45 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Acara Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2018 bakal resmi dibuka di halaman parkir selatan Stadion Manahan Solo, Kamis (12/4/2018) malam. Festival kuliner yang berlangsung hingga Minggu (15/4/2018) akan memanjakan pecinta kuliner tradisional dengan menyajikan satai kere, tengkleng, dan sego liwet secara gratis.

Untuk tiga menu itu penyelenggara menyiapkan sedikitnya 5.000 porsi bagi pengunjung. “Hari pertama ada satai kere, kemudian tengkleng, dan hari terakhir ada sego liwet. Jadi satu hari satu menu, total semuanya kami siapkan 5.000-an porsi,” kata Ketua Panitia SICF 2018, Daryono, saat berbincang dengan solopos.com, Rabu (11/4/2018).

Kendati grand opening SICF 2018 baru digelar Kamis malam, namun sejak Kamis pagi pengunjung dan peserta bisa menikmati gelaran festival dengan berbagai sajian kuliner, bahkan panitia mempersiapkan lomba tumpeng untuk komite sekolah, ibu-ibu PKK dan umum pada pagi ini.

Daryono menjelaskan festival kuliner akan diramaikan dengan bazar kuliner sebanyak 170 stan dari berbagai sektor mulai dari hotel berbintang, restoran, usaha katering, sekolah pariwisata, perusahan di bidang food and beverage, komunitas kuliner dan UKM. Selain 170 stan bazar, juga ada 30 UKM kuliner yang difasilitasi menempati stan Dapoer Tempo Doeloe.

Seperti diketahui, SICF 2018 bakal kembali hadir dengan tema Heritage Culinary dan mengangkat konsep dapur tempo dulu. Festival ini sudah menjadi bagian dari kalender pariwisata Kementerian Pariwisata.

Sedangkan konsep dapur tempo dulu akan mengangkat khazanah kuliner masa lalu dari sisi keragaman, kekayaan, hingga proses pembuatannya. Demo Dapoer Tempo Doeloe akan menampilkan potensi kuliner mulai dari cara memasak hingga penyajian yang menggunakan alat-alat zaman dulu, jadi tidak pakai kompor tapi pakai tungku, juga tidak ada peralatan berbahan plastik.

Dari Demo Dapoer Tempo Doeloe itu pula dapat dibandingkan cita rasa masakan yang diproses dengan cara-cara tradisional dengan modern.

SICF juga akan menghadirkan Kampoeng President Culinary Famtrip yang akan mengajak 20 pecinta kuliner dari berbagai daerah mengunjungi tempat-tempat kuliner khas Solo. Kampoeng President Culinary Famtrip dibikin dalam paket wisata kuliner 4 hari 3 malam.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Solo Hasta Gunawan mengingatkan agar peserta festival menjaga citra Kota Solo dengan tidak ngepruk harga. "Jangan sampai ada yang ngepruk harga sampai jadi viral di media sosial hingga merusak citra kuliner Solo. Selalu jaga kebersihan area festival dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung festival," kata Hasta.

Menurut Hasta SICF 2018 mengandalkan kuliner lawas dan akan ada spot-spot tentang cara memasak tempo dulu. "Kami berharap dari event ini akan semakin mengukuhkan Solo sebagai kota kuliner peringkat nasional," ujar Hasta. 

 

Tokopedia