2 KRDE Kereta Bandara Dioperasikan di Rute Solo-Kutoarjo, Ini Permintaan Pramekers

Kereta yang akan dioperasikan di rute Bandara Adi Soemarmo/Stasiun Solo Balapan. (Istimewa)
13 April 2018 03:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Komunitas Pramekers Solo-Jogja menyambut baik rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah dua kereta rel diesel elektrik (KRDE) untuk operasional layanan Prambanan Ekspress (Prameks) Solo-Jogja-Kutoarjo.

Namun, Pramekers berharap penambahan perjalanan Prameks dari dua kereta baru itu bisa dialokasikan di waktu-waktu sibuk atau jam-jam yang paling dibutuhkan para penglaju.

Tokopedia

“Kalau ditambahkan di antara pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB percuma saja, harapannya ya di jam-jam sibuk, saat penglaju berangkat kerja atau pulang kerja,” kata Pramekers dari komunitas Soko Sepur Dadi Sedulur, Totok Darmawan, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (12/4/2018).

Hal ini disampaikan Totok mengingat KA Prameks  paling banyak dimanfaatkan para penglaju yang dominan kalangan pekerja, karyawan, bahkan pegawai negeri. “Seperti saya dan ratusan anggota Soko Sepur Dadi Sedulur adalah pekerja, setiap hari harus nglaju Solo-Jogja,” ujar Totok.

Totok berharap dua kereta baru bisa signifikan mengurangi kepadatan Prameks saat ini dan bisa mengurangi potensi calon penumpang yang tidak kebagian tiket kereta. “Itu kalau pagi banyak sekali yang enggak dapat tiket, antre kereta selanjutnya. Padahal PT KAI sudah mengalokasikan untuk tiket berdiri, satu gerbong kalau enggak salah maksimal 20 penumpang.”

Pramekers berharap tarif kereta baru bisa sama dengan Prameks. "Meskipun informasinya keretanya sekelas kereta eksekutif, tapi kan sama dengan Prameks saat ini yang juga sudah pakai AC. Ya harapan kami tetap pakai tarif subsidi seperti Prameks, kalau Solo-Jogja Rp8.000/penumpang,” ujar Totok.

Seorang penglaju Jogja-Solo lainnya, Nita, juga menyambut baik rencana penambahan perjalanan KA Prameks dengan memakai kereta baru jenis KRDE. Pegawai di salah satu instansi pemerintahan itu merasa mobilitas Jogja-Solo dan sebaliknya lebih nyaman pakai kereta api.

Namun, dengan kapasitas KA Prameks yang terbatas Nita pun kerap memakai kendaraan pribadi dari Jogja ke Solo. “Memang saya laju tiap hari, tapi nggak bisa tiap hari naik Prameks, karena kalau beli tiket Prameks dadakan sering kehabisan, terutama Senin dan Jumat,” kata Nita.

Seperti diketahui, PT KAI memesan dua trainset KRDE berkapasitas empat gerbong dengan 200 kursi penumpang. Kereta tersebut semula dipesan untuk operasional kereta akses Bandara Adisoemarmo Solo-Stasiun Balapan-Stasiun Tugu Jogja.

Namun, pembangunan jalur kereta menuju Bandara Adi Soemarmo Solo belum selesai. Padahal, dua KRDE itu diperkirakan selesai diproduksi PT Inka Madiun akhir bulan ini. Oleh karena itu, KRDE itu akan dimanfaatkan terlebih dahulu untuk melayani rute Prameks mulai awal Mei.

Manager Humas PT KAI Daops VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, menyampaikan hingga saat ini PT KAI belum menerima informasi baik dari pusat maupun pemerintah terkait rencana tarif operasional KRDE  tersebut. Apakah sama atau berbeda dengan Prameks? “Kami belum tahu, belum ada informasi apa pun soal tarif,” kata Eko.

Eko pun belum bisa memastikan jumlah tambahan perjalanan Prameks dengan adanya dua kereta baru tersebut.