Ujian Nasional 2018: Sekolah Wajib Simpan Jawaban UNBK Siswa

Suasana Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
13 April 2018 10:10 WIB Septhia Ryantie Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Menyusul selesainya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA, Kamis (12/4/2018), sekolah mendapatkan instruksi menyimpan jawaban hasil peserta ujian. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya nilai Sertifikat Hasil Ujian (SHU) yang tidak muncul.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Solo, Agung Wijayanto ketika dimintai konfirmasi, Kamis.

“Berbeda dengan tahun lalu, sekolah tahun ini wajib menyimpan soft copy jawaban peserta ujian dalam kurun waktu setahun. Hasil jawaban peserta ujian akan di-print dan harus disimpan oleh pihak sekolah sebagai arsip," jelas Kepala SMA Negeri (SMAN) 6 Solo sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 4 Solo itu.

Baca juga:

1.983.568 Siswa SMA dan MA Ikuti Ujian Nasional 2018

Ujian Nasional 2018: 93 Persen MAN Selenggarakan UNBK

Mendikbud Tinjau Pelaksaan Ujian Nasional SMK

Agung menjelaskan, instruksi dari pusat tersebut berdasarkan pengalaman ada siswa yang nilai SHU-nya tidak muncul. 

"Jadi siswa tersebut ikut ujian tapi tidak ditemukan nilainya. Karena jawabannya sudah terhapus. Tapi kasus tersebut bukan di Solo,” ungkapnya.

Pengumuman hasil UNBK dijadwalkan 2 Mei mendatang. Setelah itu SHU akan diterbitkan. Namun proses menerbitkan SHU tersebut diakuinya, bisa memerlukan waktu cukup lama.

"Proses sekarang sampai dengan koreksi itu bisa jadi ada kendala karena ditangani di seluruh Indonesia. Sehingga penyimpanan jawaban siswa ini untuk mengantisipasi ketika ditemukan masalah, sekolah masih menyimpan arsipnya," terangnya.