Pilkada 2018: Pengusutan Aksi Bagi-Bagi Sembako di Ngargoyoso Karanganyar Disetop

Warga Berjo, Ngargoyoso, Agung Sutrisno, melaporkan dugaan money politics oleh sukarelawan Yuli-Rober di Kantor Panwaslu Karanganyar, Jumat (6/4 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
13 April 2018 01:35 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Karanganyar menyetop pengusutan aksi bagi-bagi sembako yang melibatkan sukarelawan pasangan calon nomor 2, Juliyatmono-Rober Christanto, dalam Pilkada Karanganyar 2018, Kamis (12/4/2018).

Kendati secara material dinilai memenuhi unsur pelanggaran, aksi bagi-bagi itu dinyatakan kedaluwarsa secara formil. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, sebelum dibahas di rapat koordinasi tim sentra Gakkumdu Karanganyar, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar sudah mengambil kesimpulan dalam kasus bagi-bagi sembako di Ngargoyoso.

Panwaslu Karanganyar mengambil kesimpulan aksi bagi-bagi sembako di Ngargoyoso memenuhi unsur pidana. Kesimpulan itu diambil setelah Panwaslu  memintai keterangan saksi pelapor, saksi terlapor, dan sejumlah saksi.

Panwaslu menilai aksi bagi-bagi sembako itu memenuhi unsur pidana secara material. Aksi bagi-bagi sembako itu melanggar Pasal 187A UU No. 10/2016 tentang Pilkada. Setiap pelanggar pasal tersebut dapat dipidana paling singkat 36 bulan dan paling banyak 72 bulan dan denda paling sedikit Rp200 juta dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Saat disodorkan ke tim sentra Gakkumdu Karanganyar, aksi bagi-bagi sembako itu dinilai sudah kedaluwarsa. Pertimbangan kedaluwarsa tersebut karena aksi bagi-bagi sembako berlangsung 23 Maret 2018.

Aksi tersebut baru dilaporkan 6 April 2018. Sesuai ketentuan di Panwaslu, setiap pelaporan dugaan pelanggaran pilkada harus diserahkan ke panwaslu selama tujuh hari sejak kasus itu diketahui atau ditemukan.

“Oleh tim sentra Gakkumdu Karanganyar [terdiri dari Polres Karanganyar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, dan Panwaslu Karanganyar], kasus itu memang sudah kedaluwarsa ditinjau dari formilnya. Lantaran dinilai kedaluwarsa, pengusutan bagi-bagi sembako di Ngargoyoso itu disetop. Pelapor dan terlapor segera menerima surat pemberitahuan dari Panwaslu,” kata salah satu komisioner Panwaslu Karanganyar, Sudarsono, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis.

Sebagimana diketahui, aksi bagi-bagi sembako yang dilakukan anggota Laskar Pelangi di Berjo dilaporkan warga setempat, Agung Sutrisno. Dalam laporannya, Agung Sutrisno mengaku memperoleh informasi aksi bagi-bagi sembako itu dari media sosial (medsos). Aksi bagi-bagi sembako itu akhirnya dilaporkan ke Panwaslu, Jumat (6/4/2018).

Panwaslu Karanganyar menindaklanjuti kasus bagi-bagi sembako itu dengan memanggil sejumlah pihak terkait, seperti pelapor, Sukatmo (ketua Laskar Pelangi), dan beberapa saksi lainnya. Selain memintai keterangan ke para saksi, Panwaslu juga berkonsultasi dengan tim sentra Gakkumdu Karanganyar.

Pelapor aksi bagi-bagi sembako di Berjo, Agung Sutrisno, berharap Panwaslu dapat bekerja secara objketif dan transparan. Agung Sutrisno menilai aksi bagi-bagi sembako itu bertujuan mengarahkan warga penerima sembako di Berjo agar memilih pasangan calon nomor urut 2.

“Saat bagi-bagi sembako itu, Sukatmo [ketua Laskar Pelangi Berjo] sangat jelas mengatakan yang menyuruh Pak Yuli [Juliyatmono]. Buktinya sangat jelas sehingga perlu diusut tuntas,” katanya.

Saat diperiksa Panwaslu Karanganyar, Sukatmo, mengatakan aksi bagi-bagi sembako itu merupakan kegiatan inisatif Laskar Pelangi dan tak ada perintah atau arahan khusus dari seorang Juliyatmono selaku calon bupati nomor urut 2.

 

Tokopedia