Publik Antusias Sambangi Tumurun Private Museum Solo

Tumurun Private Museum Solo (Solopos/M Ferry Setiawan)
14 April 2018 13:00 WIB Mahardini Nur Afifah Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Ratusan orang antusias menghadiri Open House Tumurun Private Museum di Jl. Kebangkitan Nasional No. 2 Sriwedari, Laweyan, Solo, Sabtu (14/4/2018).

Museum berisi koleksi seni rupa dan mobil antik yang dikelola keluarga pendiri sekaligus pemilik perusahaan PT. Sri Rejeki Tekstil (Sritex) mendiang H. M. Lukminto tersebut dibuka secara terbatas untuk publik.

Pantauan Solopos.com, pengunjung mulai berdatangan mulai pukul 07.30 WIB pagi. Sebelum diperbolehkan mengakses museum, pengunjung terlebih dahulu mendaftar dengan kartu identitas pribadi di halaman museum. Pengunjung diberi kesempatan masuk secara bergantian 30 orang per rombongan selama 20 menit.

Sesuai pengumuman dari pihak pengelola museum lewat akun Instragram resmi @tumurunprivatemuseum, jumlah pengunjung pada open house perdana untuk publik tersebut dibatasi 300 orang. Namun lantaran masih banyak pengunjung yang mengantre di depan, kuota ditambah menjadi 470. Jatah kuota ludes pukul 10.00 WIB.

Salah seorang pengunjung Anton Afganial, 29, datang mengantre sejak pukul 09.00 WIB. Perupa muda Kota Solo ini tertarik menyimak kembali beberapa karya seni rupa yang sebelumnya hanya bisa diakses di pameran seni rupa akbar di dalam dan luar negeri. “Beberapa karya memang pernah lihat. Tapi ingin melihat lagi di sini,” katanya.

Pengunjung lain, Arina, 26, penasaran dengan museum seni dan koleksi mobil antik milik keluarga pengusaha Sritex tersebut. “Saya kerja di Semarang. Kebetulan ini libur pas balik ke Palur [Karanganyar]. Penasaran ingin melihat. Soalnya di Instagram saya lihat bagus banget,” jelasnya.

Sedangkan Pengelola HH Alternative Art Space Solo, Chairol Imam, 21, menyebut kehadiran Tumurun Private Museum memberikan ruang apresiasi seni rupa yang layak di Kota Bengawan.

“Museum ini bisa membuka wacana teman-teman di sini. Banyak di antaranya yang tahu ada karya bagus di Hongkong atau Singapura, tapi belum pernah melihat secara langsung. Museum ini jadi media untuk mengalami menikmati karya langsungnya di sini,” ujar dia.

Tumurun Private Museum memajang karya-karya seni modern dan seni kontemporer karya seniman-seniman Indonesia dan mancanegara. Beberapa karya seniman legendaris di antaranya Henk Ngantung, Antonio Blanco, Affandi, Lee Man Fong, Hendra Gunawan, Basoeki Abdullah, sampai Raden Saleh.

Sementara itu, di ranah seni kontemporer terdapat karya Heri Dono, Wedhar Riyadi, Rudi Mantofani, Eko Nugroho, Eddy Susanto, dan sebagainya.

Pengelola museum membuka kesempatan bagi institusi pendidikan, khususnya seni, untuk mengakses museum lewat jalur membuat perjanjian (appointment).