PPDB Online SMP Sukoharjo Gunakan 2 Jalur

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
14 April 2018 06:35 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP di Sukoharjo menggunakan dua jalur. Pertama jalur Program Indonesia Pintar (PIP) dan kedua jalur reguler.

Di Sukoharjo jumlah siswa yang bisa memanfaatkan jalur PIP sebanyak 3.315 anak. Pendaftaran PPDB jalur PIP dibuka 7-9 Mei sedangkan PPDB reguler 2-4 Juli 2018.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Disdikbud) Sukoharjo, Dwi Atmojo Heri di kantornya, Kamis (12/4/2018). Menurutnya, setiap pendaftar di jalur PIP diberi dua pilihan sedangkan pendaftar jalur reguler setiap pendaftar diberi kesempatan mendaftar di empat pilihan terbagi atas dua SMPN dan dua SMP swasta.

“Jalur PIP diperuntukkan siswa dari keluarga tak mampu. Surat Keterangan Tidak Mampu [SKTM] tidak diperhitungkan dalam pendaftaran untuk menghindari main mata,” katanya.

Dwi Atmojo Heri yang akrab dipanggil Heri menegaskan PPDB tahun ini panitia memprioritaskan kartu resmi yang sudah diterbitkan pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar [KIP], Kartu Program Keluarga Harapan [PKH], Kartu Keluarga Sejahtera [KKS], dan Kartu Perlindungan Sosial [KPS].

“PPDB tahun ini dengan sistem zonasi kecamatan. Namun, peserta didik di wilayah perbatasan masuk ke zona satu. Seperti Kecamatan Weru berbatasan dengan Klaten, Wonogiri, dan Gunungkidul, Provinsi DIY, anak usia sekolah di tiga wilayah itu jika mendaftar perlakuannya seperti pendaftar zona satu. Prinsipnya tidak ada anak usia sekolah yang tidak mendapatkan tempat bersekolah.”

Heri mengatakan apabila masih ada anak kurang mampu tidak memiliki kartu tetapi mendapatkan beasiswa di sekolah tetap dilayani di jalur PIP. “Caranya, fotokopi buku beasiswa dan diserahkan ke panitia PPDB. PPDB tahun ini Sukoharjo membagi menjadi tiga zona, yaitu zona satu, zona dua, dan luar zona. Zona satu adalah anak didik di satu kecamatan bersangkutan dengan didasarkan domisili sesuai kartu keluarga [KK] yang diterbitkan enam bulan sebelum PPDB. Misalnya PPDB dilakukan Mei 2018 maka KK tersebut diterbitkan November 2017,” jelasnya.

Zona dua, ujarnya, yakni antarkecamatan dan luar zona adalah anak didik berasal dari kabupaten atau provinsi lain. “Kuota masing-masing zona sudah ada ketentuannya. Untuk itu, pendaftar zona dua dan luar zona akan bersaing dengan pendaftar di zona masing-masing. Untuk jalur PIP hanya berlaku di zona satu sesuai daya tampung. PPDB ini gratis. Piagam penghargaan yang diakui adalah yang dicapai peserta didik dalam kurun dua tahun terakhir atau Juli 2016 hingga Juni 2018.”

Heri menambahkan jumlah siswa tergolong PIP ada 3.315 anak. “Semua anak berkartu itu harus mendapatkan sekolah  terlebih dahulu di zona masing-masing. Jika anak berkartu itu ingin mendaftar ke kecamatan lain harus mengikuti PPDB reguler dan kehilangan hak di PPDB PIP. Tidak tertutup kemungkinan prestasi anak berkartu tersebut lebih cerdas di atas rata-rata.”

Kepala Disdikbud Sukoharjo, Darno, menambahkan tidak boleh ada dikotomi sekolah negeri dan sekolah swasta. Menurutnya, dengan sistem zonasi diharapkan ada pemerataan anak didik.

 

Tokopedia