Gelora Manahan Solo Direvitalisasi, Sunday Market Libur Berbulan-Bulan

Suasana Sunday Market Manahan Solo. (Solopos/Dok)
15 April 2018 17:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo berencana meliburkan kegiatan Sunday Market  selama masa penataan ulang Stadion Gelora Manahan Solo. Namun demikian, Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyamo yang akrab disapa Rudy tidak mengetahui secara pasti kapan proyek revitalisasi Gelora Manahan tersebut bakal dimulai dan kapan akan rampung.

Satu hal yang jelas, proyek itu kan dikerjakan 2018 ini. Dia tidak menampik pelaksanaan proyek revitalisasi Gelora Manahan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Rudy menyampaikan kegiatan Sunday Market mesti diliburkan karena lokasi yang selama ini dipakai para pedagang kaki lima (PKL) berjualan bakal terdampak langsung proyek revitalisasi. Tidak memungkinkan bagi Pemkot Solo  untuk memindahkan kegiatan Sunday Market ke tempat lain mengingat tidak adanya lahan selain Gelora Manahan di Solo yang representatif dan cukup untuk menampung ribuan PKL.

“Mau ditaruh di mana? Kami enggak punya tempat. Harus libur dulu waktu [Gelora Manahan] dibangun. Akan kami beri pengertian. Kami harap PKL bisa mengikuti,” kata Rudy saat diwawancarai Solopos.com di area CFD Jl. Slamet Riyadi, Minggu (15/4/2018) pagi.

Rudy tidak bisa menjamin apakah kegiatan Sunday Market bisa kembali diadakan di Gelora Manahan atau tidak setelah proyek penataan ulang selesai. Pemkot berencana menyerahkan pengelolaan Gelora Manahan ke pihak ketiga sehabis revitalisasi.

Jika kebijakan itu jadi dilakukan, keberadaan Sunday Market ditentukan sesuai kesepakatan dengan pihak ketiga dan bukan lagi Pemkot. “Manahan rencananya kami serahkan ke pihak ketiga. Kalau yang Sriwedari, masih bisa dikelola Pemkot Solo  supaya segi sosialnya tetap ada,” tutur Rudy.

Di sisi lain, Ketua Serikat Pekerja Minggu Pagi Manahan (SPMPM) Sunday Market, Joko Santoso alias Yuli de Santos, berharap Pemkot tak meliburkan Sunday Market selama proyek penataan ulang Gelora Manahan. Dia meminta PKL tetap diberi tempat berjualan di Gelora Manahan yang tidak terlalu terdampak proyek.

Yuli mempertanyakan nasib para PKL jika Sunday Market diliburkan sampai berbulan-bulan. “Para PKL jelas gelisah jika mendengar rencana ini. Cukup banyak PKL yang selama ini mengandalkan pendapatan hanya dari berjualan di Sunday Market. Kalau Sunday Market diliburkan hingga berbulan-bulan, kebutuhan hidup kami bagaimana? Apakah Pemkot mau menanggungnya?” tutur Yuli.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, proyek penataan ulang Gelora Manahan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar. Penataan tersebut antara lain menyasar perbaikan tribune penonton Stadion Manahan hingga penambahan fasilitas olahraga.

Beriringan dengan proyek itu bakal dikerjakan pembangunan ulang GOR Bung Karno di Gelora Manahan yang bakal dikerjakan Pemkot dengan memanfaatkan dua sumber anggaran sekaligus, yakni Pemkot dan Kemenpora senilai Rp25 miliar.



Tokopedia