Pemkot Solo Minta Perum Damri Kembalikan BST

Bus Batik Solo Trans (BST) koridor 3 terlihat menaikan penumpang di Jl. Urip Sumoharjo, Solo, Selasa (6/2 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
16 April 2018 06:10 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berang soal lima Bus Batik Solo Trans (BST) rute koridor I yang kini menjadi aset Pemkab Temanggung dan Magelang. Pemkot meminta Perusahaan Umum (Perum) Damri bertanggung jawab untuk mengembalikan lima bus itu ke Kota Solo. Hal itu disampaikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo seusai audiensi yang digelar secara tertutup dengan pimpinan Perum Damri di ruang rapat Wali Kota, Senin (9/4/2018).

“Saya beri waktu sebulan ini untuk membuat surat kepada Pemkot. Surat itu berisi izin kepada kami, lima unit Bus BST ada di Temanggung dan Magelang,” kata Rudy, sapaan akrabnya.

Tokopedia

Rudy merasa Pemkot tidak dihargai dengan pengalihan aset BST yang semestinya digunakan melayani koridor I, namun dipinjam pakai ke Kabupaten Magelang dan Temanggung. Yang dipakai Pemkab Magelang tiga bus dan dua bus untuk Pemkab Temanggung.
Padahal dalam dokumen perjanjian Pemkot dan Perum Damri pada 2014 tertulis pinjam pakai atau pengalihan BST harus seizin Pemkot. Pertimbangannya, bus tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat untuk Pemkot Solo. Pemkot berhak membatalkan secara sepihak izin pinjam pakai apabila Perum Damri melanggar kesepakatan.

“Jadi kalau sekarang posisinya di Temanggung dan Magelang, harus ada izin dulu ke kami. Jangan seperti ini tahu-tahu sudah di sana,” katanya.

Rudy berharap lima bus bantuan pusat itu bisa digunakan melayani BST koridor I. Selain itu perbaikan layanan BST juga ditekankan Pemkot kepada Perum Damri. Pemkot mengancam menarik seluruh bus jika Damri tidak becus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Alih fungsi BST secara otomotis berdampak pada tak optimalnya operasional BST koridor I. Jarak antarbus terlalu jauh sehingga merugikan pengguna moda transportasi massal tersebut.

Kepala Divisi Regional II Jawa Tengah, DIY, dan Kalimantan Perum Damri Sugeng B.P. enggan berkomentar banyak soal lima bus tersebut. Dia menilai peminjaman bus ke Kabupaten Magelang dan Temanggung tidak ada persoalan.

“Sudah clear tidak ada masalah. Lima bus ini, tiga di Magelang dan dua di Temanggung sudah digunakan untuk operasional pemda. Semua sudah saya jelaskan kepada Pak Wali,” klaim dia.

Untuk operasional koridor I, dia mengklaim tidak ada masalah karena dilayani 15 bus bantuan dari pemerintah pusat. 15 Bus tersebut dinilai cukup mampu melayani koridor I.

“Jadi sudah cukup dengan 15 bus,” katanya.

Perum Damri siap memperbaiki pelayanannya. Pihaknya tengah menyusun strategi untuk memenuhi permintaan masyarakat terhadap transportasi massal.