Solopos Hari Ini: Penanggulangan Kemiskinan di Kota Solo Hingga Nasib Pedagang Sunday Market

Harian Umum Solopos edisi Senin 16 April 2018
16 April 2018 11:45 WIB Muhammad Rizal Fikri Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Data tunggal menjadi kunci awal penanggulangan kemiskinan di Kota Solo. Penggunaan data tunggal itu akan memudahkan integrasi penanggulangan kemiskinan.

Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Solo bersama Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Solo membangun data tunggal melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Elektronik (E-SIK). Koordinator Pelaksana Harian TKPKD Solo, Shemmy Samuel Rory, menyebut selama ini sumber dari pemasalahan kemiskinan di Solo adalah akurasi data kemiskinan.

Berita tentang penanggulangan kemiskinan di Kota Solo menjadi headline Harian Umum Solopos edisi Senin (16/4/2018). Selain itu ada berita menarik lainnya seperti di bawah ini:

Persis Solo: Jadikan Liga 1 Bukan Sebatas Mimpi

Gedung Kavallerie-Artillerie di Kompleks Pura Mangkunegaran menjadi saksi bisu kemeriahan launching tim dan jersey Persis Solo, Minggu (15/4/2018) malam.

Sebanyak 22 anggota skuat tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu diperkenalkan kepada publik Kota Bengawan di sebuah panggung berukuran 8 meter x 16 meter tepat di depan bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1874 ini. Beberapa dari mereka mengenakan jersey kebanggaan dengan warna dominan merah tua untuk laga kandang, jersey warna putih untuk tandang, jersey warna kuning dan hitam untuk kiper. Logo dari enam perusahaan sponsor terpampang di jersey. Mereka adalah BNI, Corsa, Torabika, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Syahdana Property Nusantara (SPN), dan Saestu Manunggal Nusantara (SMN).

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

Di halaman Soloraya ada berita tentang Sunday Market di Manahan yang libur tanpa solusi. Hal ini terkait dengan revitalisasi Gelora Manahan. Kegiatan Sunday Market bakal diliburkan selama masa penataan ulang kompleks Gelora Manahan.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo saat dimintai konfirmasi Esposdi area CFD Jl. Slamet Riyadi, Minggu (15/4) pagi terkait dampak penataan ulang Gelora Manahan terhadap kegiatan Sunday Market. Rudy, sapaan akrab Wali Kota, tidak mengetahui secara pasti kapan proyek revitalisasi Gelora Manahan tersebut bakal dimulai dan ditarget akan rampung. Yang jelas, proyek rencananya dikerjakan mulai 2018 ini.

Berita tentang revitalisasi Gelora Manahan berdampak pada pedagang Sunday Market menjadi berita utama halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini. Selain itu ada berita menarik lainnya seperti di bawah ini:

Kecelakaan Air: Sehari, Dua Kasus Kalap, Dua Meninggal

Insiden maut orang kalap atau tenggelam terjadi di dua tempat di Boyolalu dalam satu hari di musim liburan, Minggu (15/4). Dua lokasi insiden itu berada di pemandian Umbul Pengging, Banyudono, dan Kedung Goro, Desa Bolo, Wonosegoro.

Insiden maut pertama terjadi di Umbul Pemandian Pengging, Banyudono, sekitar pukul 12.30 WIB. Korban adalah bocah berusia delapan tahun, Rafa Rido, warga Dukuh Mranggen, RT 002/ RW 003 Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Raffa meninggal dunia tak seberapa lama setelah dievakuasi dari lokasi kolam renang khusus orang dewasa. ”Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Nilla Husada, korban sudah tak sadarkan diri dan meninggal dunia,” ujar petugas piket Polsek Banyudono, Aiptu Tarso, mewakili Kapolsek AKP Suradi, kepada Espos.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

Tokopedia