Sumbangan Sarpras Klaten Dibatalkan

Ilustrasi sekolah. (Solopos/Whisnu Paksa)
16 April 2018 04:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN--SDN 2 Gumul, Kecamatan Karangnongko membatalkan sumbangan wali murid untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah menjelang akreditasi. Seluruh sumbangan yang diterima dikembalikan kepada wali murid.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Karangnongko, Suraji, menyatakan klarifikasi soal sumbangan itu dilakukan dengan pemanggilan kepala SDN 2 Gumul, Retna Dwi Utami, oleh UPTD. Ia menyatakan sekolah dilarang meminta sumbangan kepada wali murid.

"Sudah saya klarifikasi kepada yang bersangkutan. Kepala sekolah menyatakan membatalkan sumbangan itu dan mengembalikan uang yang diterima seluruhnya," kata Suraji, saat dihubungi Solopos.com, Senin (9/4/2018) petang.

Suraji menjelaskan berulang kali ia menginstruksikan kepada kepala sekolah di wilayahnya agar tidak meminta sumbangan kepada wali murid terlebih untuk keperluan sarana dan prasarana. Sebab, hal itu sudah mendapat alokasi bantuan dari pemerintah.

"Saya berulang kali mengatakan jangan meminta sumbangan. Sekarang ini soal dana harus hati-hati," terang dia.

Salah satu wali murid, Yayuk Mahesa Ayu, warga Dukuh Klegen Lor RT 005/RW 003, Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, mengatakan masalah pungutan biaya untuk pembangunan sarpras dihapus. Tidak ada lagi pungutan di sekolah. Hal ini juga dibenarkan oleh wali murid lain, Eko Haryanto.

Diberitakan sebelumnya, Kepala SDN 2 Gumul, Retna Dwi Utami, menyatakan akan membatalkan permintaan sumbangan itu pada Sabtu (7/4/2018). Seluruh uang yang diterima akan dikembalikan kepada wali murid. "Saya kembalikan uang yang masuk. Apa arti uang Rp50.000 kalau tidak ikhlas," tulis kata dia.