Pilkada 2018: Sukarelawan Luar Karanganyar Bagi-Bagi Suvenir Door to Door

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
16 April 2018 19:35 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Panitia pengawas Pilkada Karanganyar 2018 tingkat kecamatan menemukan sejumlah orang dari luar kabupaten membagikan suvenir dan stiker bergambar salah satu pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup).

Aksi bagi-bagi suvenir peserta Pilkada Karanganyar 2018  itu terjadi di tiga kecamatan, yakni Jatipuro, Jumantono, dan Matesih pada Sabtu (14/4/2018). Sejumlah lelaki mengenakan kaus warna hitam dan mengenakan kartu identitas dikalungkan di leher berkeliling ke rumah-rumah warga sembari membagikan leaflet, suvenir, dan menempelkan stiker ke rumah warga.

Souvenir tersebut di antaranya sisir, penjepit jemuran, sendok nasi, dan lain-lain. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, sejumlah warga di Matesih sempat bersitegang dengan sejumlah orang tersebut saat membagikan leaflet dan suvenir door to door.

Warga menanyakan izin kegiatan dan identitas mereka. Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Karanganyar, Kustawa, membenarkan informasi tersebut itu. "Sabtu, ada pengerahan sukarelawan dari luar kabupaten, seperti Sukoharjo, Wonosobo, dan lain-lain. Ada yang dari Jawa Timur juga. Mereka ke Jatipuro, Jumantono, dan Matesih. Panwas kecamatan menemukan mereka membagikan suvenir, leaflet, dan stiker gambar salah satu pasangan calon. Pasangan calon nomor urut satu," kata Kustawa saat berbincang dengan wartawan, Senin (16/4/2018).

Rencana Panwaslu Karanganyar  adalah memanggil tiga anggota panwaslu kecamatan yang menemukan kegiatan tersebut. Panwaslu kabupaten akan berkoordinasi dan mengkaji laporan hasil temuan.

Panwaslu kecamatan juga menyita sejumlah barang bukti, seperti foto kegiatan, video kegiatan, kartu identitas, fotokopi KTP sejumlah orang yang membagikan suvenir, leaflet, dan stiker, foto mobil yang digunakan, dan lain-lain.

"Hari ini kami undang tiga panwaslu kecamatan itu, koordinasi dan mengkaji hasil temuan. Kalau memenuhi unsur pelanggaran regulasi pemilu, kami layangkan surat untuk mengundang tim sukses," tutur Kustawa.

Dia menambahkan sasaran kajian terkait kegiatan tersebut adalah personel atau sukarelawan yang bergerilya tersebut apakah sudah terdaftar pada KPU Kabupaten Karanganyar atau belum. Selain itu apakah kegiatan tersebut berizin atau tidak.

"Yang dibidik tim itu terdaftar KPU atau tidak. Kami kaji apakah kegiatan itu sudah ada izin, pemberitahuan atau belum. Kampanye dalam bentuk apa pun itu harus ada pemberitahuan ke Polres dan tembusan ke KPU dan Panwaslu," jelas dia.

Kustawa menambahkan tindakan gegabah sukarelawan dapat mengancam pasangan calon. Selain kegiatan itu, Panwaslu Karanganyar juga menemukan aksi konvoi yang dilakukan ratusan unit mobil bergambar salah satu pasangan calon. Mereka konvoi dari depan kantor IPHI Karanganyar ke arah Mojogedang, Tasikmadu, Kebakkramat, dan lain-lain.

"Kalau ditemukan unsur masif dan terstruktur bisa sampai membatalkan paslon. Contohnya tindakan itu [bagi-bagi suvenir dan lain-lain] dilaksanakan di sembilan kecamatan atau lebih dari separuh wilayah Karanganyar. Kalau ditemukan pelanggaran tata acara kampamye, kami rekomendasikan ke KPU," tutur dia.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Pejabat Humas DPD PKS Karanganyar, Ridwan Sayogo, menuturkan belum dapat memberikan komentar terkait informasi tersebut.



Tokopedia