Tol Solo-Kertosono: Ruas Ngasem-Sragen Diuji Laik Fungsi Jelang Pengoperasian

Presiden Jokowi saat meresmikan tol Ngawi-Kertosono di Madiun, Kamis (29/3 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
17 April 2018 00:35 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tol Solo-Kertosono (Soker) ruas Ngasem sampai Sragen sudah siap beroperasi. Saat ini, ruas jalan sepanjang 35 kilometer (km) itu sedang menjalani uji laik fungsi.

Uji laik fungsi meliputi pengecekan jalan, ketidakrataan jalan, markah, ketebalan markah, rambu-rambu apakah sudah lengkap atau belum, jembatan sudah selesai atau belum, saluran berfungsi atau tidak, dan lain-lain.

Pengujian dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, dan Kepolisian. Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayanto, menyampaikan perusahaannya membangun ruas jalan Solo-Ngawi atau sepanjang 90 km dari total panjang jalan tol Solo-Kertosono (Soker) 177 km.

Pekerjaan jalan tol Soker dibagi dua, yakni Solo-Ngawi oleh PT JSN dan Ngawi-Kertosono oleh PT Ngawi Kertosono Jaya. "Pekerjaan kami sudah 95%. Dari Ngasem sampai Sragen sudah hampir siap dan tahap uji laik fungsi. Insya Allah kalau lulus uji laik fungsi dapat sertifikat. Itu sudah boleh dioperasikan. Semua dicek sampai detail dari sisi fisik, keselamatan jalan," kata David saat berbincang dengan wartawan di sela-sela sosialisasi transaksi nontunai di ruas jalan tol Solo-Kertosono saat car free day (CFD) Karanganyar, Minggu (15/4/2018).

David tidak menyebutkan kapan ruas Sragen-Ngawi akan menjalani uji laik fungsi. Namun, dia optimistis jalan tol dari Solo-Ngawi  dapat beroperasi sebelum lebaran. David tidak menutupi sejumlah kendala yang terjadi pada sejumlah bidang di area kerja PT JSN.

Beberapa di antara kendala itu adalah persoalan pembangunan sejumlah overpass di ruas Sragen-Ngawi. Selain itu juga sejumlah bidang di ruas Kebakkramat.

"Kalau main road [jalur utama] selesai. Tinggal perlintasan. Dari Sragen sampai Ngawi beberapa overpass terkendala pembebasan lahan. Kami selesaikan satu bulan kalau lancar [proses pembebasan lahan]. Kebakkramat itu belum tuntas karena warga tidak menerima nilai ganti rugi sehingga perlu sosialisasi," jelas dia.

Tetapi, persoalan sosialisasi dan nilai ganti rugi bukan wewenang PT JSN. Itu wewenang Kementerian PUPR dan BPN. David menyampaikan kemungkinan terburuk apabila persoalan nilai ganti rugi lahan di Kebakkramat tidak rampung adalah pintu tol Kebakkramat belum dapat beroperasi.

"Kemungkinan terburuk pintu tol Kebakkramat belum bisa dioperasikan. Nanti lewat Sragen. Wilayah Karanganyar tinggal Kebakkramat."



Tokopedia