Heboh Foto Presiden yang Tertukar di Rapat Imigrasi Karanganyar

Rapat Tim Pengawasan Orang Asing Tingkat Kecamatan di Hotel Djawa Dwipa Karangpandan, Karanganyar, Selasa (17/4 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
17 April 2018 20:35 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Peserta Rapat Tim Pengawasan Orang Asing Tingkat Kecamatan di Hotel Djawa Dwipa Karangpandan, Karanganyar, Selasa (17/4/2018) pagi, sempat heboh. Hal itu dipicu kesalahan pada pemasangan foto Presiden  dan Wakil Presiden di dinding ruang rapat yang tertukar posisinya.

Kehebohan hanya berlangsung sebentar karena penyelenggara langsung membetulkan posisi foto tersebut. Pantauan Solopos.com, awalnya rapat berlangsung kondusif. Sejumlah tamu undangan, perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Karanganyar, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) di Karanganyar, dan tamu undangan satu per satu memasuki ruang rapat setelah mengisi daftar hadir.

Di meja di dekat podium duduk Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Samsi, Kepala Seksi (Kasi) Pengamanan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Solo Sigit Wahjuniarto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Karanganyar Agus Cipto Waluyo, dan perwakilan dari Polres Karanganyar.

Pemateri dalam acara itu adalah perwakilan dari Kantor Imigrasi Kelas I Solo dan perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Di belakang meja di dekat podium, terdapat backdrop bertuliskan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing Tingkat Kecamatan.

Acara demi acara sudah berlangsung, mulai menyanyikan Indonesia Raya, doa, dan sambutan-sambutan. Menjelang foto bersama antara pemateri rapat, peserta rapat, dan perwakilan forkompinda Karanganyar, sayup-sayup terdengar suara riuh dari beberapa peserta.

“Itu foto presiden [Joko Widodo] dan wakil presiden [Jusuf Kalla] kok terbalik. Mestinya, foto presiden di bagian kanan [menghadap peserta rapat], tapi justru di bagian kiri [menghadap ke peserta rapat]. Harus diganti dulu sebelum foto bersama,” kata seorang peserta rapat dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Melihat hal itu, beberapa peserta rapat lainnya juga menimpali seolah memberi kode ke panitia penyelenggara atau pun manajemen Djawa Dwipa Karangpandan agar memindah foto presiden dan wakil presiden di tempat yang seharusnya. Lazimnya, foto presiden diletakkan warga Indonesia di bagian kanan lambang negara. Sedangkan foto wakil presiden diletakkan di bagian kiri lambang negara.

Hla fotone sing kuwalik kuwi wis suwe ra ya? Dibenerke sik kudune sakdurunge foto bareng [Fotonya yang tertukar itu sudah lama atau belum ya? Dibetulkan dulu harusnya sebelum berfoto bersama],” timpal salah seorang peserta lainnya.

Dari balik pengeras suara, master of ceremony (MC) juga menyampaikan pengumuman sedang terjadi kesalahan teknis. Selang beberapa menit kemudian, seorang pekerja terlihat membawa tangga untuk mengganti posisi foto presiden di bagian kanan dari meja di dekat podium dan foto wakil presiden di bagian kiri dari meja di dekat podium.

Setelah foto berbingkai presiden dan wakil presiden sudah di posisi yang semestinya, beberapa peserta rapat, pemateri, dan tamu undangan berfoto bersama.

Rapat tersebut membahas keberadaan orang asing di Karanganyar yang ternyata ada perbedaan data antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar  dengan Kantor Imigrasi Kelas I Solo. Di sisi lain, Kantor Imigrasi kelas I Solo mengajak para camat di Bumi Intanpari untuk proaktif mengawasi aktivitas orang asing di masing-masing daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar mencatat ada 65 orang asing di Karanganyar sedangkan Kantor Imigrasi Kelas I Solo mencatat ada 127 orang.

"Hal ini bisa terjadi karena orang asing itu tidak melapor ke kami. Mereka merasa sudah aman [dengan melapor ke Kantor Imigrasi Kelas I Solo]. Ketika terjadi apa-apa, kami yang bertanggung jawab juga,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Kerja Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Karanganyar, Murseno, saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan.

 

Tokopedia