2 Pelaku Ditangkap, Ini Motif Penganiayaan Bonek

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo menunjukkan barang bukti bambu penganiayaan suporter bonek, Selasa (17/4 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
17 April 2018 16:35 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Aparat Polresta Surakarta mengungkap motif penganiayaan berujung meninggalnya suporter Persebaya Surabaya (bonek), Mico Pratama, 17, warga Surabaya, pada Sabtu (14/4/2018) dini hari lalu adalah balas dendam.

"Motif pelaku balas dendam setelah rombongan bonek sebelumnya saat pulang dari Yogyakarta melempari warga Solo di wilayah Kampung Banyuagung, Banjarsari,” kata Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, saat rilis penangkapan dua pelaku penganiayaan bonek di Mapolresta Surakarta, Selasa (17/4/2018).

Kapolresta menyebut selain dua pelaku yang sudah ditangkap  pada Senin (16/4/2018) yakni yakni AKS, 23, warga Banyuanyar, Banjarsari, Solo, dan MAP, 17, warga Klodran, Karanganyar, masih ada 50-100 orang lainnya yang diburu karena diduga ikut terlibat penganiayaan itu.

Ia menjelaskan para pelaku terbagi dalam kelompok kecil dengan anggota 10-11 orang per kelompok. Mereka menyebar di sejumlah titik yang mereka perkirakan akan dilewati rombongan bonek menggunakan sepeda motor.

“Kelompok MAP dan AKS ini menghentikan truk yang ditumpangi Miko dan Sadam, kemudian menarik dan memukuli mereka hingga babak belur. Kedua tersangka ini memiliki peran berbeda-beda. AKS melempar batu sambil merekam aksinya bersama teman-temannya mengunakan kamera ponsel. Kemudian hasil rekaman diunggah di medsos [media sosial]. Sementara MAP berperan memukul dengan bambu dan menendang Mico dan Sadam,” ujar Kapolresta.

Mantan Kapolres Salatiga ini menjelaskan Mico dan Sadam bersama puluhan bonek lainnya berangkat dari Yogyakarta pukul 01.30 WIB dengan mencegat truk di pinggir jalan. Rombongan ini tiba di Solo sekitar 03.15 WIB dan diserang warga.

“Warga awalnya menyambut baik kedatangan ribuan bonek  di Solo. Namun, ada oknum bonek yang melempar batu ke warga sehingga menimbulkan reaksi warga dengan melakukan serangan balasan,” kata dia.

Para pelaku, lanjut dia, dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan  yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Ribut menjelaskan Polresta Surakarat dan Polresta Surabaya akan menggelar deklarasi damai kedua suporter Persebaya Bonek dan Persis Solo Pasoepati.

Deklarasi ini sangat penting untuk mengakhiri konflik dan tidak ada lagi aksi balas dendam. Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai mengungkapkan Polresta Surakarta sudah meminta izin Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, agar deklarasi damai suporter digelar di Solo. Wali Kota setuju dengan rencana tersebut.

“Kami mengimbau warga agar tidak terprovokasi maraknya info di medsos yang belum tentu benar. Warga diminta memercayakan penanganan kasus ini kepada polisi,” kata dia.