Senyap! Penangkapan 6 Peserta Pesta Seks Tukar Pasangan di Malang

Ilustrasi (Solopos/Whisnu Paksa)
17 April 2018 18:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, MALANG -- Keberadaan praktik pesta seks tukar pasangan di Malang itu nyaris tak tercium sebelum tiga pasangan yang terlibat tertangkap basah oleh polisi. Sebelum berpesta, para pelaku mondar mandir di penginapan Wringin Anom Inn, Lawang, Kabupaten Malang, yang menjadi tempat pesta itu.

Grup seks tukar pasangan suami istri Sparkling itu berpesta seks dalam beberapa sif sebelum ditangkap, Senin (16/4/2018) malam. Dilansir Suara.com, Totok Wahyu Indiarto selaku pemilik sekaligus pengelola penginapan bercerita kronologi kelompok seks bertukar pasangan itu berakhir. Pesta itu dimulai pada pukul 22.30 WIB.

"Mereka [para pasangan suami istri] masuk sekitar pukul 10.30 malam," cerita Totok di Wringin Anom Inn.

Saat itu, katanya, tiga lelaki check in dalam satu kamar di tengah pergantian sif. Mereka menumpang sebuah mobil MPV. Sesuai prosedur, kamar maksimal hanya dihuni tiga orang dewasa. Mereka membayar Rp220.000 per malam, beserta tempat tidur tambahan.

Namun, sebelumnya mereka hilir mudik di depan penginapan sejak pukul 20.00 WIB. Mereka sempat mencari kamar yang dilengkapi ruang pertemuan, karena tak memiliki kamar yang dimaksud, mereka kembali. "Menurut pegawai yang bertugas. Sempat ada sebuah mobil menyusul dan seorang perempuan turun," katanya.

Namun, ia tak curiga karena perempuan itu mengaku warga Singosari dan hanya mengantar tamu menginap. Setelah kunci diberikan, ketiga orang tersebut memarkir mobil di depan kamar. Kamar berada di bagian depan yang berderet dengan tiga kamar lainnya. Mereka langsung masuk ke dalam kamar.

"Dari luar tak ada gelagat yang mencurigakan. Kamar sepi, jika gaduh penghuni kamar lain pasti protes," katanya. Sekitar pukul 24.00 WIB, sejumlah personel polisi datang dan menggerebek kamar tersebut.

Saat menggerebek, polisi sempat menyita alat komunikasi para pegawai. Mereka, katanya, hanya mengamati penggrebekan dari luar dan tak tahu proses penggrebekan. "Semua terekam di CCTV ada 24 kamera di sini," ujarnya.

Totok menambahkan jika penginapan yang memiliki 39 kamar ini tak digunakan untuk short time. Ia menjamin jika penginapan digunakan baik-baik. Terutama digunakan menginap keluarga yang transit untuk berwisata ke Batu atau Bromo.

Sebelumnya, Kasubdit Renakta Polda Jawa Timur AKBP Yudhistira Widyawan di Surabaya, Senin (16/4/2018), mengatakan dalam pengungkapan tersebut polisi menangkap seorang warga Surabaya berinisial ION, 53, serta lima orang lain, yakni RL, 49; SS, 47; WH, 51; DS, 29; dan AG, 30. Yudhistira mengatakan tersangka ION telah membuat grup Whatsapp bernama Sparkling yang beranggotakan komunitas yang memiliki persamaan untuk berfantasi melakukan tukar pasangan.

"Pengungkapan ini berasal dari informasi masyarakat tentang adanya perilaku seks menyimpang, yaitu swinger yang melibatkan pasangan resmi. Untuk masuk dalam pesta, syaratnya haruslah pasangan resmi dan mempunyai buku nikah," ujarnya.

Grup Sparkling beranggotakan 28 orang yang berasal dari daerah-daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember, Nganjuk, dan Kertosono. Selain melalui Whatsapp, mereka juga berhubungan dengan pasangan swinger melalui media sosial Twitter.

Tokopedia