Gerindra akan Turuti Syarat PKS, Termasuk Cawapres Prabowo

Hashim Djojohadikusumo dan Fadli Zon di DPP Partai Gerindra, Jakarta, Selasa (20/3 - 2018). (Antara/Galih Pradipta)
17 April 2018 20:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyatakan pihaknya siap menerima syarat apapun yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk berkoalisi pada Pilpres 2019.

Menurutnya, syarat tersebut termasuk soal cawapres yang disodorkan PKS untuk mendampingi sang Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Namun, Fadli mengaku hingga saat ini belum ada pembicaraan mengenai siapa calon terkuat untuk mendampingi Prabowo dari sembilan nama nama yang diajukan PKS.

Menurutnya, sembilan nama yang diajukan tersebut memiliki kredibilitas yang bagus. Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan Anies Matta merupakan orang terkuat di antara sembilan nama itu karena memiliki kekuatan untuk menggerakkan massa pemilih di pemilu nantinya.

"Mengenai siapa orangnya belum dibicarakan," ujar Fadli, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, partainya harus menerima syarat apapun yang diajukan PKS jika hendak berkoalisi dengan partai itu. Akan tetapi jika ada parpol koalisi lain yang hendak bergabung, maka tiga parpol harus bicara.

Menurut Fadli, keputusan akhir bergantung pada dinamika politik di detik-detik akhir pendaftaran capres-cawapres nanti. "Kita lihat nanti. Namanya dinamika itu bergantung pada elektabilitas, akseptabilitas,” ujarnya.

Jika koalisi hanya dua partai, maka akan mudah mementukan pasangan capres-cawapres. Namun, jika koalisi terdiri atas lebih dari dua partai, nantinya diperlukan lebih banyak dialog.

Sebelumnya, PKS menyatakan siap berkoalisi dengan Gerindra yang mencapreskan Prabowo Subianto. Presiden PKS Sohibul Iman memberikan syarat agar cawapres Prabowo harus salah satu nama dari sembilan kandidat PKS.

Sembilan bakal calon presiden dan wakil presiden dari PKS itu antara lain, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, Mantan Presiden PKS, Anis Matta dan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno selain Sohibul Iman.