Israel Diduga Ikut Menyerang Suriah

Kondisi kota di Damaskus, Suriah, Senin (16/4 - 2018). (Reuters/Ali Hashisho)
17 April 2018 14:45 WIB John Andhi Oktaveri Internasional Share :

Bisnis.com, JAKARTA - Suriah menangkal dua serangan rudal yang diduga berasal dari Israel. Sebelumnya, Suriah tidak pernah terlibat serangan ke negara tersebut. 

Dua serangan itu membidik dua pangkalan udara Suriah sekitar tengah malam. Kabar tersebut dilaporkan War Media, sayap media tentara Suriah sebagaimana dikutip CNN.com, Selasa (17/4/2018).

Enam rudal membidik pangkalan udara Shayrat di Homs, provinsi tengah Suriah. Akan tetapi, sebagian besar di antaranya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Suriah.

War Media juga melaporkan tiga rudal lainnya membidik pangkalan udara Dumair di wilayah Qalamoun, sebelah utara Damaskus. Hanya saja seluruhnya berhasil dicegat sebelum mencapai target.

Sementara itu, kantor berita pemerintah Suriah, SANA melaporkan adanya serangan sepanjang malam di Homs. Namun, tidak menjelaskan perinciannya.
Hanya dikatakan bahwa sumber serangan tidak diketahui, di tengah spekulasi Israel berada di balik serangan tersebut.

Pentagon membantah telah menggelar operasi terhadap dua pangkalan yang disebutkan. Pangkalan udara Shayrat dihantam serangan rudal AS pada April 2017 terkait tuduhan serangan senjata kimia oleh tentara Suriah di Provinsi Idlib sebelumnya.

Stasiun televisi Pan Arab al-Mayadeen melaporkan pangkalan udara Dumair diserang sehari sebelum kesepakatan evakuasi pemberontak di wilayah itu.

Serangan terbaru dilancarkan di saat Amerika Serikat, Prancis dan Inggris berkomplot menggelar serangan rudal atas sejumlah posisi militer Suriah di Damaskus dan Homs, Sabtu (14/4/2018). Tuduhannya sama yakni dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah Suriah.

Menurut aktivis Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), pesawat-pesawat tempur Israel menyerang pangkalan udara T-4 di Homs pada 9 April lalu dan menewaskan 14 tentara, termasuk milisi Iran.

Stasiun televisi pemerintah Suriah menayangkan gambar diam saat sistem pertahanan udaranya mencegat rudal-rudal. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan selepas tengah malam itu, tetapi pejabat AS menyatakan bahwa Washington tidak merencanakan serangan lain selain serangan rudal pada Sabtu lalu.