5 Hari Dirawat, Begini Kondisi Bonek Korban Pengeroyokan di Solo

Sesepuh bonek, Cak Rijal (paling kanan), bertemu Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo (paling kiri) di RSUD dr. Moewardi Solo, Sabtu (14/4 - 2018). (Istimewa / Rio)
18 April 2018 18:35 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Suporter Persebaya Surabaya Bonek Mania, Sadam, 17, warga Sidoarjo, Jatim, yang sempat kritis  akibat luka benturan di kepala setelah dikeroyok sekelompok orang di Solo pada Sabtu (14/4/2018) dini hari lalu kini mulai membaik.

Sadam masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi, Jebres, Solo. Sementara itu, hingga Rabu (18/4/2018), belum ada satu pun pelaku pengeroyokan yang masih buron menyerahkan diri ke Mapolresta Surakarta.

Tokopedia

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr. Moewardi, Eko Haryati, mengungkapkan kondisi Sadam setelah lima hari dirawat intensif di RSUD dr. Moewardi mulai membaik. Sadam sudah mulai merespons rasa sakit di sekujur tubuhnya. Sebelumnya, Sadam hanya diam tidak bergerak sama sekali.

“Kami masih merawat Sadam di ruang HCU [high care unit] bedah RSUD dr. Moewardi. Tim dokter melarang siapa pun menjenguk pasien kecuali keluarganya,” ujar Eko kepada wartawan di rumah sakit, Rabu.

Ia menjelaskan dari hasil CT scan kepala Sadam mengalami benturan sehingga membuatnya merasakan nyeri dan pusing. RSUD dr. Moewardi akan tetap merawat Sadam sampai kondisinya dinyatakan membaik.

Di sisi lain, Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai memastikan sampai sekarang belum ada satu pun pelaku  yang masih buron menyerahkan diri ke Mapolresta. Polisi sudah mengantongi semua identitas pelaku pengeroyokan yang masih buron.

“Kami akan memburu mereka semua sampai ketemu untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” kata dia.

Ia menjelaskan dari hasil penyelidikan selama lima hari ini polisi menemukan barang bukti pengeroyokan berupa ponsel, bambu yang digunakan untuk memukuli dua bonek, dan puluhan batu berukuran besar maupun kecil. Bambu yang diamankan petugas diketahui masih menempel darah yang sudah mengering.

“Kami mengimbau warga tidak terprovokasi dalam kasus ini. Hal tersebut sangat penting karena banyak beredar foto pelaku di medsos [media sosial] yang belum tentu itu benar,” kata dia.

Andy menambahkan Polresta Surakarta terus melakukan koordinasi dengan Polresta Surabaya untuk menyampaikan perkembangan kasus ini. Polresta Surakarta juga berkoordinasi dengan keluarga korban soal pemulangan korban luka.