SP III Berlalu, Warga HP 105 Solo Belum Bongkar Rumah

Warga penghuni tanah HP Pemkot No. 105 dan Aliansi Mahasiswa Jebres Tengah mengikuti aksi menolak penggusuran di Bundaran Gladak, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Senin (9/4 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
19 April 2018 10:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Solo Share :

Solopos.com, SOLO-- Sehari setelah batas waktu surat peringatan (SP) III, yang berakhir Minggu (15/4/2018) warga penghuni tanah hak pakai (HP) 105 belum ada yang membongkar rumah. Tanah itu berada di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, tepatnya utara Solo Techno Park (STP).

Berdasarkan pantauan Solopos.com sejak Senin (16/4/2018) pagi, aktivitas warga masih berjalan seperti biasa. Warga masih tetap bekerja, dan anak-anak tetap pergi ke sekolah. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari beberapa warga, SP III akan berakhir Senin (17/4/2018). Hari itu kabarnya akan menjadi hari terakhir warga menempati rumah di RT 002 dan RT 003 RW 025, Jebres Tengah.

Salah satu warga, Karno, 38, mengaku tetap bekerja seperti biasa. Sehari-hari dia bekerja sebagai petugas kebersihan di lingkungan Taman Cerdas Jebres. Dia menyatakan warga akan tetap bersikap korsa.

"Kami kan tetangga lama, jadi ya kalau mau pergi tetap bareng-bareng, " ujar Karno. Menurutnya belum ada satu warga pun yang pergi meninggalkan Jebres Tengah.

Ditanya soal rencana ke depan seandainya penggusuran benar-benar terjadi, Karno menyatakan pernah mendengar akan ada tawaran rumah susun. "Tapi detail tawaran juga belum jelas dan belum ada tindak lanjut," ucapnya.

Senada dengan itu, warga lain, Sajimin, 77, mengaku dirinya masih akan tinggal di tanah HP 105. "Ini warisan tanah kakek saya, sejak dulu ditinggali keluarga, kenapa sekarang jadi masalah," ucap Sajimin. Hari itu, anak-anak Sajimin bekerja seperti biasa tanpa menghiraukan penggusuran.