48 Kamar di Rusunawa Joho Sukoharjo Masih Kosong

Kondisi bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (19/4 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
19 April 2018 17:10 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Sebanyak 48 kamar blok C rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo masih kosong. Puluhan kamar itu bakal ditawarkan kepada warga luar Sukoharjo apabila tak diminati warga lokal.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo, Sarwidi, mengatakan puluhan kamar di blok C telah lama kosong sejak beberapa tahun lalu. Sarwidi bakal memprioritaskan penawaran terhadap warga lokal yang hendak menyewa kamar.

“Saya akan bekerja sama dengan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Sukoharjo untuk mengumumkan penawaran sewa kamar rusunawa. Siaran pengumuman bakal dilakukan tiga kali. Jika tetap tak direspons warga lokal maka ditawarkan kepada warga luar Sukoharjo,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (19/4/2018).

Sebelumnya, blok C rusunawa digunakan untuk aktivitas kedinasan dan pelayanan masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Aktivitas kedinasan DKK Sukoharjo dipindah ke rusunawa selama pengerjaan proyek pembangunan gedung baru hingga akhir 2016. Kini, puluhan kamar di blok C kembali kosong setelah DKK Sukoharjo menempati gedung baru.

Petugas telah mengecek kondisi bangunan blok C sebelum disewa penghuni baru. “Ada beberapa kerusakan ringan bangunan yang perlu segera diperbaiki. Kami menjamin ketersediaan pasokan air bersih dan listrik di setiap blok di rusunawa,” ujar Sarwidi.

Para penghuni rusunawa wajib menyerahkan fotokopi identitas diri. Beberapa kamera closed camera television (CCTV) dipasang di setiap blok untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Hal ini untuk menjamin keamanan para penghuni rusunawa.

Total jumlah blok di rusunawa sebanyak enam blok yakni A, B, C, D, E dan F. Tarif sewa kamar bervariasi tergantung posisi kamar. Tarif sewa kamar di lantai I jauh lebih mahal dibanding lantai II dan III.

“Tarif sewa kamar lantai I senilai Rp100.000 per bulan. Sementara tarif sewa kamar lantai II Rp75.000 per bulan dan lantai III Rp50.000 per bulan,” papar dia.

Lebih jauh, Sarwidi optimistis puluhan kamar di blok C yang kosong bakal terisi pada 2018. Dia bakal berkoordinasi dengan sejumlah manajemen pabrik yang berencana menyewa kamar rusunawa. Kamar rusunawa itu disewa perusahaan untuk karyawannya.

Sementara itu, seorang penghuni rusunawa, Anwar, meminta agar instansi terkait memasang lampu penerangan jalan di area rusunawa. Sejauh ini, lampu penerangan jalan di sekitar ruwunawa cukup minim. Anwar juga berharap pengelola rusunawa segera memperbaiki bangunan yang rusak.