10 Sarjana Berebut Jadi Kadus Ngringo Karanganyar

Sejumlah peserta saat mengikuti seleksi pengisian perdes di Ngringo, Jaten, Senin (9 - 4). (Solopos/Ponco Suseno)
21 April 2018 05:00 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR –Sebanyak 10 sarjana (S1) saling berebut posisi sebagai kepala dusun (kadus) di Plosokerep, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Senin (9/4/2018). Di sisi lain, panitia penyelenggara mengklaim pelaksanaan seleksi pengisian perangkat desa (perdes) di Ngringo terbebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Berdasarkan pantauan Solopos.com, para peserta pengisian jabatan perdes dipersilakan mengikuti seleksi tertulis di aula Balai Desa Ngringo, Senin pukul 09.00 WIB-11.00 WIB. Selanjutnya, setiap peserta pengisian perdes yang memperoleh nilai di atas 60 dari panitia penyelenggara dipersilakan mengikuti tes wawancara. Peserta yang memperoleh nilai tertinggi hasil gabungan tes tertulis dan tes wawancara berhak mengisi jabatan kepala dusun (kadus) di Plosokerep yang ditinggalkan kadus yang lama, Giri Djondrowaskito. Nama yang disebut belakangan itu diketahui meninggal dunia beberapa bulan lalu.

“Sebanyak 10 peserta pengisian perdes di Plosokerep ini seluruhnya berasal dari Ngringo. Tujuh peserta dari Plosokerep, dua peserta dari Karangrejo, dan satu peserta dari Rukun Warga (RW) 020. Jumlah peserta ini termasuk terbanyak di Ngringo [sebelumnya Pemdes Ngringo pernah menggelar seleksi perdes di Karangrejo dengan empat peserta]. Kebetulan, yang ikut tes ini semuanya S1,” kata Ketua Panitia Seleksi Pengisian Kadus Plosokerep di Ngringo, Budiyarto, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela seleksi di Pemdes Ngringo.

Hal senada dijelaskan Kepala Desa (Kades) Ngringo, Sardiman. Seleksi pengisian perdes di Plosokerep dijamin terbebas dari budaya titip-menitip. Seleksi pengisian perdes digelar dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Ngringo.

“Pembentukan panitia melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan cara seperti itu, kami berharap pelaksanaan pengisian perdes di Ngringi berlangsung kondusif. Pada kesempatan ini, kami tidak menggandeng pihak akademisi,” katanya.

Sekretaris Barisan Indonesia (Barindo) Karanganyar, Guntoro, mengatakan anggota Barindo Karanganyar turut serta mengawasi pelaksanaan seleksi pengisian jabatan kadus di Plosokerep. Hal itu dilakukan guna memastikan tidak ada budaya titip-menitip dan budaya suap sepanjang seleksi pengisian berlangsung.

“Hari ini [Senin], kami turut serta memantau pelaksanaan pengisian perdes ini. Kami berharap, setiap tahapan di pengisian perdes berlangsung objektif dan transparan. Semoga, hasil yang diperoleh benar-benar memuaskan bagi seluruh elemen masyarakat. Peserta yang terpilih juga dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan nyaman [biaya seleksi pengisian perdes menelan anggaran Rp15 juta],” kata Guntoro.

Tokopedia