Revitalisasi Pasar Klewer Timur, Pemkot Solo Pilih Pusat

Kondisi lahan rencana pembangunan Pasar Klewer sisi timur, Solo, Minggu (11/3 - 2018). Rencana pembangunan Pasar Klewer sisi timur masih belum ada kejelasan. (Solopos/Nicolous Irawan)
23 April 2018 08:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Pemkot Solo bersikukuh menunggu pencairan anggaran revitalisasi Pasar Klewer sisi timur dari Pemerintah Pusat. Pemkot belum berniat untuk mencari sumber dana lain meski pencairan anggaran pusat hingga kini belum ada kejelasan.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo akan menunggu hingga Juni soal anggaran pembangunan Pasar Klewer timur. Pemkot sejauh ini terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.

Tokopedia

“Kami intensifkan komunikasi ke sana. Kami tunggu sajalah sampai Juni nanti,” katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Kamis (19/4/2018).

Strategi itu dinilai paling realistis guna merealisasikan revitalisasi pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah tersebut. Pemkot tetap berpegangan pada janji Menteri Perdagangan (Mendag) saat peresmian Pasar Klewer sisi barat untuk mendanai revitalisasi pasar sisi timur. Rudy meyakini revitalisasi Pasar Klewer timur tetap dikerjakan kendati anggaran diterima pertengahan 2018.

Jika anggaran dari Kemendag batal dicairkan, Rudy memastikan revitalisasi Pasar Klewer timur tetap berjalan. “Kalau memang tidak cair, ya kami kerjakan tahun depan dengan mencari sumber dana alternatif," kata dia.

Sebelumnya, anggota DPRD Solo dan pedagang mendesak Pemkot segera merealisasikan revitalisasi yang tertunda sejak akhir 2017. DPRD bahkan meminta Pemkot mencari sumber pembiayaan lain karena dana pemerintah pusat tak kunjung dicairkan. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan Pemkot terus mengupayakan pencairan dana ke pusat.

Subagiyo tidak menampik ada pembiayaan alternatif yang dipikirkan Pemkot. Padahal Kemendag dikabarkan menyetujui anggaran revitalisasi Rp57 miliar sejak awal 2018. Hingga kini kepastian penerbitan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) pembangunan Pasar Klewer belum diterima Pemkot. Padahal DIPA itu bakal digunakan sebagai salah satu dasar penyelenggaraan lelang proyek.

“Tidak masalah mempertimbangkan alternatif lain meski Kemendag sudah menjanjikan dana revitalisasi. Upaya untuk mendapatkan anggaran kan banyak caranya," katanya.

Merujuk skenario Pemkot, anggaran idealnya dikucurkan maksimal Mei sehingga revitalisasi bisa selesai Oktober berbarengan dengan berakhirnya sewa Alun-alun Utara (Alut) untuk pasar darurat.