Warga Giriroto Boyolali Minta Dilibatkan Pembangunan Embung

Waduk Cengklik, Boyolali. (Solopos/Dok)
23 April 2018 17:00 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI--Proyek pembangunan embung di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali segera memasuki tahap pembangunan sarana pendukung, landscape, serta saluran irigasi. Proyek senilai Rp19 miliar itu dipastikan akan menyerap banyak tenaga kerja lokal dari desa setempat untuk mengurangi angka pengangguran.

Kepala Desa (Kades) Giriroto, Purwanto, mengatakan proyek pembangunan embung dari Pemerintah Pusat itu akan memiliki multi effect. Selain fungsi embung untuk sarana pertanian dan pariwisata, selama proses pembangunan pun, proyek tersebut sudah memiliki dampak positif bagi warga sekitar. Salah satunya ialah pelibatan warga setempat menjadi tenaga kerja.

Tokopedia

"Selama pembangunan delapan bulan ke depan, tenaga kerja akan diprioritaskan dari warga sekitar. Ini permintaan warga kami," jelas Purwanto kepada Solopos.com, Jumat (20/4/2018).

Proyek pembangunan sarana pendukung embung diperkirakan dimulai dalam bulan ini. Sosialisasi kepada warga sekitar sudah dilakukan, Kamis (19/4/2018). Sosialisasi membahas tentang dampak lingkungan, kebisingan, dampak jalan umum, serta prasarana umum lainnya. Tak hanya itu, warga juga meminta adanya prioritas bagi warga setempat untuk dijadikan tenaga kerja.

"Pelaksana proyek dari BBWSBS [Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo] juga sudah berjanji akan bertangung jawab atas segala kemungkinan yang terjadi selama pelaksanaan proyek," terangnya.

Pelibatan tenaga kerja dalam proyek embung ini selaras dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.33/ 2013 tentang Perluasan Kesempatan Kerja. Dalam Pasal 1 ayat 3 PP tersebut dijelaskan, bahwa perluasan kesempatan kerja di dalam hubungan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan/atau mengembangkan lapangan pekerjaan yang tersedia berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur perintah, pekerjaan, dan upah.

Purwanto berharap, pembangunan embung ini memiliki multi efek. Ke depannya, keberadaan embung tersebut akan mampu membuka peluang kesempatan kerja di bidang pariwisata, kuliner, pertanian, dan usaha jasa lainnya.

"Harapan kami begitu. Embung ini mampu mengangkat pereknomian warga kami," jelasnya.

Luas embung yang dibangun ialah 1,3 hekater. Pembangunan embung ini juga menjadi misi pemerintahan Joko Widodo dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Diperkirakan, embung akan mampu mengaliri lahan pertanian seluas 74 ha. Tahun ini,proyek akan fokus pada pembangunan peningkatan saluran tersier, pembuatan spillway, pembuatan slab beton, landscape, fasilitas pendukung (lampu, parkir dll) denga total Rp15,3 miliar.

Rencana ini juga terkoneksi dengan pembangunan saluran tersier mulai Waduk Cengklik dengan Embung Giriroto. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rehabilitasi Saluran Irigasi Jawa Tengah, Shalahudin Al Faridi, mengatakan pembangunan saluran tersier dalam rangka meningkatkan kembali suplai air pertanian dari Waduk Cengklik hingga ke Giriroto.

"Target kami ialah memperbaiki saluran sepanjang 9 km dengan dana Rp8 miliar. Harapannya, bisa terkoneksi dengan embung Giriroto," jelasnya.