Kisah Inspiratif: Kakek Tukimin 18 Tahun Kelola Pupuk Organik

Tukimin meratakan kotoran sapi yang akan diolah menjadi Pupuk Organik Bio Green miliknya yang akan dijual. Foto diambil Minggu (23/4 - 2018). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
25 April 2018 08:10 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI--Tukimin Darmo Sutrisno, 63, warga Dusun Ngawen, Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri telah 18 tahun bertahan membuat pupuk organik dengan berbekal pelatihan-pelatihan yang diikutinya.

Memanfaatkan tetangga yang memiliki sapi Tukimin mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Berbekal pelatihan yang ia jalani di Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Ungaran hingga Pulau Bali ia membuat Pupuk Organik Bio Green. Kini Tukimin banyak permintaan untuk memberi pelatihan hingga menerima pesanan hingga 100 ton Pupuk Organik Bio Green.

“Penemuan saya sudah lama jadi banyak yang percaya. Beberapa hari lalu saya mendapat pesanan pupuk dari Salatiga hingga 100 ton. Sedangkan saya baru dapat menghasilkan 12 ton-15 ton per bulan,” ujar Tukimin saat ditemui Solopos.com di kediamannya, Minggu (23/4/2018).

Tukimin juga menambahkan pupuk organik dapat digunakan seluruh tanaman menghasilkan hasil yang bagus dan aman. Tiap satu kilogram Pupuk Organik Bio Green ia jual dengan harga Rp500. Pengolahan pupuk memerlukan waktu hingga sepuluh hari proses pengerjaan.

Sekretaris Camat Selogiri, Toto Tri Mulyarto, mewakili Camat Selogiri, Sigit Purwanto mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Tukimin. Menurut Toto, Tukimin adalah sosok tokoh masyarakat yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengolah kotoran lembu menjadi pupuk organik dengan memadukan kultur masyarakat Selogiri yang sangat banyak memelihara sapi.

Toto Tri Mulyarto menambahkan Tukimin memiliki kemampuan yang diakui hingga luar provinsi Jawa Tengah. Hal ini bisa dibuktikan banyaknya kelompok tani yang mendatangi Tukimin utnuk mendapatkan pelatihan mengenai pupuk organik.