Istri Guru Honorer Boyolali Nyolong Ponsel Buat Beli Beras

Ilustrasi pencurian. (Solopos/Whisnu Paksa)
26 April 2018 21:15 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang istri guru honorer di Boyolali nekat mencuri dua telepon seluler (ponsel). Alasannya untuk membeli beras karena gaji suaminya sebagai guru honorer minim dan tak cukup untuk memberi makan empat anaknya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Mapolsek Teras, Kamis (26/4/2018), ibu yang kini meringkuk di balik jeruji tahanan itu bernama Wahyuni, 38, warga Candi Gatak, Cepogo, Boyolali. Aksi pencurian  Wahyuni terjadi akhir pekan lalu.

Saat itu, Wahyuni baru saja diterima kerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Ny. Ninuk, warga Dukuh Bentangan, Desa Doplang, Teras. Harapannya, dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ia bisa menambah penghasilan keluarga.

Karena sudah dipercaya tuan rumah, Wahyuni terbiasa ditinggal sendirian menjaga rumah. Hingga suatu ketika, niat jahat Wahyuni muncul. Suatu hari di siang bolong, Wahyuni melihat dua ponsel milik majikannya tergeletak di dalam rumah dan Wahyuni mengambilnya.

"Pelaku [Wahyuni] lantas kabur dan meninggalkan anak balita majikannya sendirian di rumah. Ia menjual ponsel majikannya untuk beli beras," jelas Kanitreskrim Polsek Teras, Aiptu Lanjar, mewakili Kapolsek Teras, AKP Ahmad Nadiri, kepada Solopos.com, Kamis.

Polisi dengan cepat menangkap Wahyuni setelah menggali keterangan korban. Kepada polisi, Wahyuni mula-mula mengaku ditinggal pergi suaminya karena sudah tak kuat menafkahi. Untuk membiayai hidup itulah, pelaku mengaku mencuri. "Namun, setelah kami datangkan suaminya, ternyata suaminya membantah. Suaminya masih ada dan sah," jelas Lanjar.

Meski demikian, sambung Lanjar, suami Wahyuni memang mengakui penghasilannya tiap bulan tak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi, statusnya hanyalah guru honorer dengan gaji tak seberapa sehingga tak mencukupi untuk membiayai empat orang anak yang masih kecil.

"Jadi karena faktor ekonomi ini, si istri enggak bisa mengelola keuangan suaminya dan akhirnya mencuri," jelasnya.

Akibat perbuatannya itu, Wahyuni kini meringkuk di Rutan Boyolali. Empat anaknya yang masih kecil terpaksa ditinggal dan harus diasuh kerabat dan suaminya. Anak yang paling sulung masih kelas VI SD. "Pelaku dijerat pasal pencurian biasa karena nilai barang yang dicuri tak banyak," jelasnya.