Pemilu 2019: Anggota DPR Terindikasi Curi Start Kampanye di Klaten

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
26 April 2018 22:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten memanggil anggota Komisi VI DPR, Endang Sri Karti Handayani, terkait dugaan curi start kampanye Pemilu 2019. Endang tak memenuhi pemanggilan dari dua kali surat undangan yang sudah dilayangkan.

Undangan klarifikasi pertama dijadwalkan pada Selasa (24/4/2018). Lantaran tak datang tanpa ada keterangan, Panwaslu kembali melayangkan surat undangan klarifikasi yang dijadwalkan Kamis (26/4/2018) pukul 13.00 WIB. Namun, Endang juga tak memenuhi pemanggilangan tersebut.

“Karena tidak ada konfirmasi kemudian kami coba menghubungi dan Bu Endang menyampaikan tidak bisa hadir karena sedang di Jakarta. Kami susuli undangan yang ketiga dan dijadwalkan Jumat [27/4/2018] siang. Kalau sampai tiga kali undangan tidak hadir, kami akan jemput bola, mendatangi langsung orangnya,” kata Ketua Panwaslu Klaten, Arif Fakthurrahman, saat ditemui wartawan di Sekretariat Panwaslu Klaten, Kamis.

Arif menjelaskan dugaan curi start kampanye Pemilu 2019  oleh Endang yakni terkait pembagian stiker dan kalender yang tercantum nama dan logo parpol. Hal itu berdasarkan temuan dari panwascam di dua lokasi kegiatan yakni di Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, pada Sabtu (21/4/2018), dan Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung, Senin (23/4/2018).

Dalam kegiatan tersebut ada penyaluran sembako murah serta kalender. Di dalam sembako, terdapat stiker dengan foto Endang dan logo Partai Golkar.

“Kalau foto Bu Endang tidak kami permasalahkan karena belum tercatat sebagai caleg [pada Pemilu 2019]. Yang jadi persoalan itu ketika ada logo dan nama parpol dan itu parpol peserta Pemilu 2019. Sesuai SE KPU nomor 216 tahun 2018, parpol peserta pemilu hanya bisa memasang bendera parpol dan melakukan kegiatan internal sampai memasuki tahapan kampanye,” jelas Arif.

Terkait alat bukti, Arif mengatakan sudah ada bukti berupa dokumentasi foto dan video dari panwascam. “Kami meminta alat bukti sembako itu juga tidak bisa karena harus membayar. Kami mencoba membayar untuk mendapatkan sembako tapi juga tidak diberi,” katanya.

Arif mengatakan sudah memanggil kepala desa serta panwascam di masing-masing wilayah itu untuk klarifikasi guna melengkapi keterangan. Seperti klarifikasi yang dilakukan kepada Kepala Desa (Kades) Gaden, Partinah, Kamis siang. Namun, Partinah enggan memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemanggilan dirinya.

Sementara itu, Endang mengatakan kegiatan yang dilakukan selama ini untuk membantu masyarakat. Ia menegaskan bantuan yang diberikan benar-benar dibutuhkan masyarakat. Soal ketidakhadirannya memenuhi panggilan Panwaslu Klaten guna klarifikasi dugaan curi start kampanye, Endang mengatakan ia masih berada di luar Klaten.

Endang berencana mendatangi Klaten pada Jumat untuk penyerahan bantuan senilai Rp1,6 miliar di kompleks makam Ki Ageng Gribig, Jatinom. “Saya merasa tidak melakukan apa-apa dan saya hanya melakukan sebagai wakil rakyat untuk rakyat saya, titik,” kata Endang saat dihubungi Solopos.com, Kamis.



Tokopedia