Besok Pagi Solo Menari di Jl. Slamet Riyadi, CFD Tetap Berlangsung

Ilustrasi Solo Menari. (Solopos/Dok)
28 April 2018 14:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO  – Dinas Perhubungan (Dishub) Solo memastikan kegiatan car free day (CFD) pada Minggu (29/4/2018) besok, bakal digelar seperti biasa walaupun Jl. Slamet Riyadi akan dipakai juga untuk penyelenggaraan acara Solo Menari.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, menyampaikan Dishub hanya akan menyeterilkan area CFD sisi utara dari kegiatan statis saat pelaksanaan CFD pada akhir pekan ini. Penyeterilan tersebut bakal menyasar Jl. Slamet Riyadi ruas perempatan Ngapeman-Bundaran Gladak yang mana akan dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan acara Solo Menari oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Solo

Tokopedia

Masyarakat yang sebelumnya telah mengajukan izin mengadakan acara di ruas Jl. Slamet Riyadi itu kini telah diarahkan Dishub untuk bisa menunda waktu pelaksanaan acara atau menggeser tempat pelaksanaan acara ke arah Purwosari.

“Kami sudah menelepon pihak-pihak yang sebelumnya sudah meminta izin untuk mengadakan event di Jl. Slamet Riyadi ruas perempatan Ngapeman-Bundaran Gladak. Sejauh ini mereka tidak keberatan untuk menunda atau menggeser lokasi pelaksanaan acara ke barat Ngapeman,” kata Ari saat ditemui solopos.com di sela-sela meninjau penerapan rekayasa lalu lintas gladi bersih Solo Menari di Jl. Slamet Riyadi Solo, Jumat (27/4/2018) pagi.

Ari menyebut Dishub tak sembarangan dalam membatalkan rencana penyelenggaraan acara statis oleh masyarakat di area CFD sisi utara. Pasalnya sejak proses mengajukan izin, masyarakat telah diminta untuk memahami klausul bikinan Dishub yang salah satunya menjelaskan terkait konsekuensi harus mencari lokasi lain apabila lokasi yang disasar tersebut ternyata akan digunakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Dishub memohon maaf sekaligus berterima kasih kepada sejumlah pihak yang bersedia untuk menunda atau menggeser tempat acara.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengimbau kepada para peserta Solo Menari untuk bisa datang ke area CFD lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Pasalnya, jika datang terlalu mepet dengan jam dimulainya acara, para peserta dikhawatirkan terlambat mengingat harus bersaing juga dengan banyak pengunjung CFD lain yang ingin menyaksikan Solo Menari. 

Hari mengingatkan para peserta Solo Menari yang berjumlah 5.000 orang lebih itetap harus mematuhi aturan Dishub saat tiba di area CFD. Dishub melarang mereka untuk parkir di jalur lambat Slamet Riyadi karena berpotensi menganggu para pejalan kaki dan pesepeda.

“Para peserta Solo Menari kami persilakan untuk memarkirkan kendaraan sama seperti pengunjung lainnya, yakni mengambil lokasi di sejumlah ruas jalan menuju Jl. Slamet Riyadi yang menjadi kantong parkir resmi dari kegiatan CFD,” jelas Hari.

Kepala Disbud Solo, Kinkin Sultanul Hakim, optimis acara Solo Menari pada Minggu ini bisa memecahkan rekor Muri 5.000 orang menari Gambyong secara bersama-sama.

“Berdasarkan laporan, gladi bersih ini diikuti oleh 5.200-an anak. Jadi saya optimis pada hari H nanti jumlahnya bisa mencapai 5.000 penari. Nanti kan Muri akan menghitung kepastiannya,” jelas Kinkin di Jl. Slamet Riyadi seusai gladi bersih