Sukoharjo Bakal Terapkan Smart City 2018

Petugas Dishubkominfo Novita menunjukan aplikasi Solo Destination seusai Launching Solo Menuju Smart City 2018 saat car free day (CFD) di perempatan Ngarsopuro, Jl. Slamet Riyadi, Solo, beberapa waktu lalu. (Solopos/Nicolous Irawan)
28 April 2018 22:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Pemerintah daerah didorong menerapkan program smart city guna menyokong peningkatan pelayanan publik dan penguatan perekonomian. Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu daerah yang menerapkan smart city pada 2018. Pemerintah mencanangkan gerakan menuju 100 smart city yang merupakan kolaborasi sinergi antara lembaga pemerintah dan swasta pada 2017.

Program 100 smart city menyasar pemerintah daerah yang telah menyiapkan berbagai infrastruktur informasi teknologi, sumber daya manusia (SDM) serta regulasi yang mengatur kebijakan itu. Di Soloraya, ada tiga daerah peserta smart city, yakni Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Kota Solo.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, direncanakan menandatangani kerja sama atau MoU dengan pemerintah ihwal implementasi program smart city. “Ada empat lembaga pemerintah yang bersinergi melaksanakan program smart city, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika [Kominfo], Kementerian Dalam Negeri [Kemendagri], Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR], serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional [Bappenas]. Tim dari pemerintah pusat telah melakukan assessment untuk mengukur kesiapan Sukoharjo melaksanakan program smart city,” kata Kepala Seksi (Kasi) E-Government Diskominfo Sukoharjo, Sunarno, di sela-sela bimbingan teknis (bintek) pelayanan publik berbasis digital di Gedung Setda Sukoharjo, Kamis (26/4/2018).

Tim dari pemerintah pusat bakal mendampingi dan melatih para petugas operator di bidang teknologi informasi. Sehingga setiap daerah memiliki fondasi kuat untuk mengimplementasikan smart city pada masa mendatang.

Menurut Sunarno, teknologi informasi tak hanya digunakan untuk inovasi pelayanan publik melainkan pengembangan ekonomi daerah. Pembangunan ekonomi digital dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. “Esensi program smart city mencakup berbagai aspek kehidupan. Teknologi informasi juga bisa dilakukan di bidang kesehatan dan pendidikan,” papar dia.

Sebelumnya, Pemkab Sukoharjo baru saja menyabet penghargaan dari PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) pada akhir 2017. Penghargaan itu terkait kesiapan dalam implementasi konsep smart city. Konsep smart city mengacu pada implementasi infrastruktur, teknologi informatika, aplikasi layanan dan pemanfaatannya dalam menunjang roda pemerintahan.

Sementara itu, seorang warga asal Desa Paluhombo, Kecamatan Bendosari, Samiran mengapresiasi terobosan Pemkab yang memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Agung berharap konsep itu mampu diimplementasikan hingga tingkat pemerintah desa. Sehingga mempermudah masyarakat yang mengurus keperluan administrasi.