12.768 Siswa SMP/MTs Karanganyar Ikut UNBK dan UNKP

Panitia mengecek unit komputer di laboratorium komputer SMP Negeri 24 Solo, Jumat (20/4 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
29 April 2018 02:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR--Sebanyak 12.768 siswa SMP/MTs negeri dan swasta melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada Senin-Kamis (23-26/4/2018). UN hari pertama adalah Bahasa Indonesia. Disusul secara berurutan hari berikutnya adalah mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Setiap hari, peserta ujian hanya mengerjakan ujian satu jenis mata pelajaran. SMP/MTs di Kabupaten Karanganyar melaksanakan dua jenis UN, yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar merilis data peserta UNBK 9.936 siswa terdiri dari SMP 7.873 siswa dan MTs 2.063 siswa. Peserta UNKP 2.832 siswa. UNKP hanya dilaksanakan oleh SMP sedangkan MTs di Karanganyar melaksanakan UNBK seluruhnya. Dari data itu, Disdikbud mengelompokkan sekolah penyelenggara UNBK di SMP maupun MTs 78 sekolah dan 25 SMP menyelenggarakan UNKP. Total 103 SMP/MTs melaksanakan UN pada 2018.

Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Agus Haryanto, menyampaikan sekolah penyelenggara UNBK belum semuanya mandiri. Dari 78 sekolah penyelenggara UNBK, sebanyak 24 sekolah mandiri dan sisanya 54 sekolah menumpang ke sekolah lain. Mereka menumpang ke SMA/SMK yang melaksanakan UNBK saat UN beberapa waktu lalu.

"Menumpang ke SMA/SMK terdekat. Tidak sewa komputer. Itu kan milik lembaga sekolah. Hanya memang berikan honor untuk tenaga yang terlibat ujian, misal proktor dan teknisi sekolah. Sekolah juga menganggarkan sewa genset untuk antisipasi pemadaman listrik saat ujian. Ambil dari BOS daerah sekolah masing-masing," kata Agus saat berbincang dengan Solopos.com beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, terkait UNKP, Agus menyampaikan bahwa soal ujian dan lembar jawab sudah sampai ke Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (21/4/2018) malam. Soal ujian dan lembar jawab disimpan di gudang Kantor Disdikbud Karanganyar. "Kepala sekolah penyelenggara UNKP silakan ambil ke Kantor Disdikbud Senin pagi. Sudah disampaikan mekanismenya," tutur Agus saat dihubungi Solopos.com, Minggu (22/4/2018).

Sementara itu, salah satu sekolah penyelenggara UNKP di Karanganyar adalah SMPN 2 Jaten. Kepala SMPN 2 Jaten, Endang Wuryandari, menuturkan sebanyak 220 siswa SMPN 2 Jaten mengikuti UNKP dan dibagi ke 11 ruang ujian. Endang menyampaikan sekolahnya belum bisa menyelenggarakan UNBK karena terkendala teknis. SMPN 2 Jaten hanya memiliki 40 unit komputer. Endang menyampaikan sekolah bisa menumpang ke SMA/SMK terdekat apabila nekat melaksanakan UNBK. Tetapi, Endang memilih melaksanakan UNKP dengan sejumlah pertimbangan.

"Kami kekurangan 50 unit komputer supaya bisa melaksanakan tiga sesi UNBK. Apabila menumpang diarahkan ke salah satu SMK di Karanganyar bagian selatan. Padahal siswa kami rata-rata dari Sragen dan Kebakkramat bagian utara. Kasihan, kejauhan. Belum lagi kalau server trouble seperti kejadian UN SMA itu dan pulang malam," ungkap Endang saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Tokopedia