Guru Karanganyar Meninggal Dunia saat Pamitan Hendak Pensiun

ilustrasi guru mengajar. (Solopos/Dok)
29 April 2018 20:35 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Guru Penjasorkes SMPN 1 Jenawi, Karanganyar, Sri Widodo, 60, meninggal dunia saat menyampaikan kata perpisahan di hadapan rekan kerja dan murid-muridnya di sekolah, Sabtu (28/4/2018) pukul 08.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, guru  Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan itu meninggal saat apel Sabtu pagi. Sekolah menyelenggarakan apel untuk perpisahan sekaligus penghormatan terhadap jasa dan pengabdian Sri Widodo.

Tokopedia

Dia sudah mengabdi selama 34 tahun dan dua bulan. Sri Widodo tercatat sebagai warga Bulaksari RT 003/RW 008, Kelurahan Nglorok, Kecamatan Sragen. Sesuai aturan, Sri Widodo akan mengakhiri masa pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) guru per Selasa (1/5/2018).

Kepala SMPN 1 Jenawi, Sri Muryoko, membenarkan kejadian tersebut. "Betul, itu betul. Beliau meninggal saat menyampaikan ucapan perpisahan di hadapan siswa  dan guru-guru," kata Muryoko saat dihubungi Solopos.com, Minggu (29/4/2018).

Dia menceritakan Widodo berjalan ke mimbar, tempat yang disediakan untuk menyampaikan sambutan. Dia menyampaikan kata pamitan. "Dia menyampaikan salam. Ucapan kepada kepala sekolah, guru, dan anak-anak. Tiga menit kurang lebih. Sebentar dan jatuh pingsan," tutur dia mengenang kejadian saat itu.

Sontak, rekan sesama guru berlari menghampiri tubuh Widodo. Mereka menolong dan membawa Widodo ke Puskesmas Jenawi. Tetapi, Tuhan berkehendak lain.

"Dibawa ke puskesmas tetapi sudah meninggal. Mudah-mudahan khusnul khatimah. Keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan. Semoga kami yang ditinggalkan bisa melanjutkan perjuangan," ungkap dia.

Widodo dimakamkan pada Sabtu pukul 14.00 WIB di permakaman umum setempat. Muryoko menuturkan rencana apel untuk menghormati Widodo dilaksanakan pada Senin (30/4/2018). Bersamaan dengan upacara bendera setiap Senin. Tetapi, menurut Muryoko, Widodo menghendaki apel perpisahan dilaksanakan lebih cepat.

Tidak ada yang menduga alasan Widodo mempercepat apel adalah hendak berpamitan selamanya. "Kalau sekolah itu maunya menyelenggarakan Senin. Nah, Pak Widodo menghendaki Sabtu saja. Pertimbangannya Senin ini acara padat," ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Karanganyar, Agus Haryanto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.