Bengawan Solo Parapet Jurug Solo Kian Cantik

Peserta menyelesaikan pembuatan mural saat mengikuti Lomba Bengawan Solo Parapet Wall Art di bantaran Sungai Bengawan Solo, Jurug, Jebres, Solo, Minggu (22/4 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
01 Mei 2018 03:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Aisyah Qonita, serius membuat membuat sketsa mural, Minggu (22/4/2018). Mahasiswa jurusan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini membuat lukisan awal yang kasar di tembok parapet setinggi empat meter dan lebar 7,5 meter. Tembok ini sebagai media gambar.

Dengan teliti, Aisyah melukis setiap bagian hingga membentuk gambar pepohonan. Sedangkan di bagian lain tampak sketsa manusia serta air yang digambarkan di bagian bawah. Gambar itu belum sepenuhnya jadi.

Tokopedia

Konsep air sebagai penghidupan inilah yang ingin dia gambarkan bersama empat anggota kelompoknya dalam sebuah lukisan mural. Sejak Jumat (20/4/2018), Aisyah bersama puluhan peserta lainnya mengikuti lomba Bengawan Solo Parapet Wall Art yang digelar Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia di Parapet Jurug, Jebres, Solo.

“Konsepnya saya buat sejak beberapa hari lalu untuk ikut lomba mural ini,” katanya kepada Solopos.com.

Peserta lain, Fauzan Abusalam, memiliki konsep tak jauh berbeda dalam menuangkan kreativitasnya. Fauzan bersama dua rekannya dalam satu kelompok melukis mural dengan konsep gambar air sebagai sumber penghidupan bagi semuanya. Gambar ini terwakili dengan aktivitas masyarakat memancing, anak bermain di sekitar sungai, serta seorang ibu sedang mencuci pakaian. Berbekal kuas serta beragam warna cat di tangan, mereka serius menuangkan kreativitasnya membuat mural.

“Senang bisa ikut lomba lukis mural. Bukan hadiah yang kami cari, tapi lomba ini memberi wadah bagi kami para pecinta seni,” katanya.

Panitia Lomba Bengawan Solo Parapet Wall Art, Irul Hidayat mengatakan peserta lomba lukis mural tidak hanya berasal dari warga Solo, melainkan warga luar kota yang ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. Panitia dalam hal ini hanya menyediakan tiga warna dasar, yakni merah, kuning dan biru, serta dua cat tambahan hitam dan putih. “Jumlah peserta ada 25 kelompok, masing-masing kelompok bisa tiga hingga lima orang,” katanya.

Dia mengatakan lomba lukis mural yang digelar ini diharapkan mampu menekan tingginya kasus vandalisme atau coret-coret didinding yang belakang marak terjadi di Kota Solo. “Media seperti ini bagus agar tidak ada lagi coret-coret dinding rumah orang atau pertokoan,” harapnya.